detikcom dan BAKTI Komdigi Gelar Apresiasi Konektivitas Digital 2026 untuk Para Penghubung Negeri

- Kamis, 16 April 2026 | 15:45 WIB
detikcom dan BAKTI Komdigi Gelar Apresiasi Konektivitas Digital 2026 untuk Para Penghubung Negeri

Puncaknya sudah di depan mata. Ajang Apresiasi Konektivitas Digital 2026, hasil kolaborasi detikcom dan BAKTI Komdigi, akan digelar Jumat, 17 April 2026, mulai pukul 19.00 WIB. Malam itu, sorotan akan diberikan pada mereka yang sering bekerja dalam sunyi: individu, komunitas, dan lembaga yang berjasa besar membuka akses teknologi di daerah-daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Gagasannya sederhana tapi penting. Pemerataan konektivitas digital jelas bukan cuma urusan pemerintah semata. Di lapangan, ada banyak sekali 'penghubung negeri' yang bergerak tanpa banyak bicara. Mereka adalah relawan literasi digital yang sabar mengajar di pelosok desa, atau komunitas yang dengan gigih mendorong ekonomi kreatif. Dampak kerja mereka nyata, meski kerap tak terdengar.

Proses seleksinya sendiri cukup ketat. Pendaftaran nominasi dibuka sejak 15 November 2025 lalu dan baru ditutup pada 28 Februari 2026. Masyarakat diajak berpartisipasi mengusulkan nama-nama yang dianggap layak. Hasilnya? Ratusan usulan membanjir, dan setelah penyaringan, tersisa 13 nominasi dari beragam sektor yang maju ke tahap penjurian.

Nah, tahap penjuriannya melibatkan sepuluh orang juri. Latar belakang mereka beragam, mulai dari perwakilan pemerintah, pelaku industri, asosiasi, hingga media. Yang menarik, penilaiannya tidak cuma mengandalkan dokumen di atas kertas. Tim juri turun langsung ke lapangan untuk verifikasi. Mereka ingin memastikan setiap cerita dan data yang diajukan memang sesuai fakta di lapangan.

Irwan Nugroho, Managing Editor dan Head of Media Researcher detikcom, menegaskan hal ini.

"Kami sudah terjunkan kontributor dan wartawan ke daerah-daerah. Tujuannya satu: memastikan data dari peserta itu akurat dan bisa dipertanggungjawabkan," ujarnya.

Kategori yang diperlombakan pun beragam, mencerminkan kompleksnya ekosistem digital. Untuk pemerintah daerah, ada empat kategori: Provinsi Pendorong Ekonomi Digital, Provinsi Pendukung Akselerasi Konektivitas Digital, Kabupaten Pelopor UMKM Digital, dan Desa Digital Unggulan.

Dari sektor layanan publik, tersedia kategori BUMDes Inovatif dalam Bisnis Digital, Puskesmas Inovatif dalam Digitalisasi Layanan Kesehatan, Sekolah Teladan Digital, serta Pos Pertahanan Pendukung Konektivitas Digital.

Tak ketinggalan, peran individu dan komunitas juga diapresiasi. Tiga kategori untuk individu meliputi Pegiat Literasi Digital di Desa, Pejuang Internet Masuk Desa, dan Konten Kreator Lokal Kreatif. Sementara dua kategori lainnya dikhususkan untuk komunitas: Komunitas Pendukung Ekonomi Kreatif Digital dan Komunitas Pendorong Internet untuk Rakyat.

Bagi Irwan, acara ini diharapkan bisa menjadi lebih dari sekadar seremoni penghargaan belaka.

"Kami berharap Apresiasi Konektivitas Digital ini bisa menjadi potret nyata kondisi konektivitas di Indonesia. Sekaligus, tentu saja, mendorong para pengambil kebijakan untuk terus mempercepat pembangunan digital nasional," harapnya.

Pada akhirnya, malam penganugerahan nanti adalah tentang kisah-kisah itu. Cerita tentang dedikasi dan inovasi yang lahir dari akar rumput. Jauh dari sorotan kamera, tapi dampaknya sungguh terasa dan mengubah hidup banyak orang di sekitarnya.

Jadi, jangan lewatkan. Saksikan langsung malam Apresiasi Konektivitas Digital 2026 pada Jumat, 17 April pukul 19.00 WIB. Rayakan bersama perjuangan para penghubung negeri yang telah membawa Indonesia selangkah lebih dekat.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar