Udara pagi di Aceh Tamiang terasa hangat dan khidmat. Di Masjid Darussalam, Presiden Prabowo Subianto turut melaksanakan salat Idulfitri bersama ribuan jemaah pada Sabtu, 21 Maret 2026. Ia tak sendiri; Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, mendampinginya dalam momen penting ini.
Usai menunaikan ibadah, suasana berubah lebih cair. Presiden terlihat menyapa dan menyalami jemaah satu per satu. Ramah, santai. Menurut pantauan, ada sekitar 1.300 orang yang memadati masjid untuk salat Id pagi itu.
Rupanya, kunjungan kerja ini bukan sekadar seremonial. Setelah dari masjid, agenda Presiden masih panjang. Beliau dijadwalkan mengunjungi beberapa huntara hunian sementara untuk bertemu langsung dengan warga yang terdampak bencana.
Di sana, rencananya akan dibagikan bantuan. Mulai dari mukena, perlengkapan salat, sampai baju Lebaran. Langsung diberikan kepada para korban.
Ini bukan bantuan pertama untuk Aceh jelang lebaran. Sebelumnya, Prabowo sudah mengirimkan bantuan daging sapi untuk tradisi Meugang. Ya, tradisi khas di sini, di mana masyarakat menyembelih dan memasak daging bersama keluarga sebelum hari raya. Esensinya adalah berbagi kebahagiaan dengan sesama.
Presiden tampaknya punya perhatian khusus. Ia ingin memastikan tradisi seperti Meugang ini tak luntur dimakan zaman. Bantuan yang diberikan bukan cuma soal materi, tapi juga bentuk dukungan agar budaya lokal tetap hidup dan terjaga.
Jadi, kunjungan ini punya dua sisi. Selain merayakan kemenangan bersama di hari fitri, juga menjadi wujud kepedulian terhadap masyarakat yang sedang bangkit dari musibah.
Artikel Terkait
Menu Makan Bergizi Gratis di Pekalongan Ditemukan Mengandung Belatung, Dapur Umum Dievaluasi
Presiden Prabowo Dalami Penyebab Capital Outflow, Pemerintah Perkuat Sinergi BI dan Kemenkeu
Waketum PSI Ronald Sinaga Dipukul Saat Dampingi Mediasi Gaji Karyawan di Menteng
Polda Riau Ungkap 1.066 Kasus Narkoba dalam Empat Bulan, Sita 213,5 Kg Barang Bukti