Kemenhub Siapkan Empat Pelabuhan Pendukung untuk Antisipasi Padatnya Arus Merak-Bakauheni

- Minggu, 14 Desember 2025 | 23:55 WIB
Kemenhub Siapkan Empat Pelabuhan Pendukung untuk Antisipasi Padatnya Arus Merak-Bakauheni

Menjelang libur panjang akhir tahun, arus lalu lintas di sejumlah titik pasti bakal meningkat. Salah satu yang selalu jadi perhatian adalah penyeberangan antara Merak dan Bakauheni. Nah, Kementerian Perhubungan ternyata sudah mulai bersiap dari sekarang.

Mereka berupaya memperkuat layanan di kedua pelabuhan itu. Tujuannya jelas: menjaga agar arus kendaraan tetap lancar dan aman selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 nanti.

“Kementerian Perhubungan memastikan kesiapan pengelolaan arus penyeberangan Merak-Bakauheni pada periode Natal dan Tahun Baru 2025/2026,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, pada Minggu (14/12/2025).

Dia mengakui, rute ini memang paling diminati. Makanya, pengelolaannya harus benar-benar terstruktur dan melibatkan banyak pihak.

“Pelabuhan Merak jadi salah satu titik krusial dalam pengelolaan angkutan Natal dan Tahun Baru, dan menjadi pantauan masyarakat. Artinya perlu pengelolaan yang baik dan penuh sinergi antar stakeholder sehingga pelayanan yang kita berikan sesuai harapan masyarakat,” tambah Aan.

Lalu, strategi seperti apa yang disiapkan?

Intinya, ada dua pendekatan utama. Pertama, pembagian pelabuhan di sisi Jawa dan Sumatera berdasarkan jenis kendaraannya. Kedua, penerapan sistem penundaan atau delaying system untuk mengatur kepadatan.

Di sisi Jawa, tak cuma Merak yang akan beroperasi. Pihaknya juga menyiapkan tiga pelabuhan pendukung: Ciwandan, BBJ Bojonegara, dan Krakatau Bandar Samudera. Begitu pula di Sumatera, selain Bakauheni, ada Pelabuhan Panjang, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu yang siap membantu.

Dengan empat pelabuhan di setiap sisi ini, diharapkan kemacetan panjang di darat bisa diurai. Potensi bottleneck atau penyumbatan pun bisa diminimalisir.

"Kami berharap dengan pembagian dermaga tersebut bisa mengurai arus lalu lintas yang ada di darat," pungkas Aan Suhanan.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar