AC Milan Kalahkan Inter 1-0 Berkat Gol Estupiñán Meski Didominasi

- Senin, 09 Maret 2026 | 06:00 WIB
AC Milan Kalahkan Inter 1-0 Berkat Gol Estupiñán Meski Didominasi

Derby Milan malam ini benar-benar panas. Tapi di tengah tensi yang tinggi, hanya satu gol yang tercipta. AC Milan keluar sebagai pemenang tipis 1-0 atas rival sekotanya, Inter Milan.

Pertandingan berjalan sengit sejak menit awal. Inter tampak ingin menguasai jalannya laga, dan statistik pun membuktikan itu. Namun, sepak bola kadang tak adil. Dominasi bola sebesar 63% itu ternyata tak berarti apa-apa.

Momen Indah Estupiñán

Semuanya berubah di menit ke-35. Bek kiri Milan, Pervis Estupiñán, tiba-tiba muncul di kotak penalti. Ia menerima umpan matang dari Youssouf Fofana, mengontrol bola, lalu melepaskan tembakan yang meluncur deras ke gawang Inter. Kiper hanya bisa menatap.

Gol itu, satu-satunya dalam laga, menjadi penentu. Rossoneri pun membawa keunggulan 1-0 ke ruang ganti.

Inter Mendominasi, Tapi...

Babak kedua adalah cerita lain. Inter mendesak habis-habisan, mencoba mencari celah di pertahanan Milan yang rapat. Mereka menciptakan peluang, nilai xG mereka bahkan lebih tinggi (1,23 vs 0,77 Milan). Tapi, semuanya mentah. Tembakan-tembakan mereka selalu bisa diantisipasi atau melenceng dari sasaran.

Di sisi lain, lini belakang Milan tampil sangat solid. Mereka bekerja keras, bertarung di setiap duel, dan berhasil menjaga clean sheet yang berharga.

Rotasi dan Kartu

Melihat permainan yang melelahkan, kedua pelatih pun melakukan sejumlah pergantian. Milan memasukkan Niclas Füllkrug dan Samuele Ricci untuk memberi napas baru di serangan. Inter tak kalah, Carlos Augusto dan Davide Frattesi juga dikirim masuk untuk mengubah taktik.

Pertandingan yang keras juga diwarnai beberapa kartu kuning. Adrien Rabiot dan Luka Modrić tercatat masuk buku wasit di menit-menit akhir, mencerminkan betapa panasnya duel di tengah lapangan.

Artinya Bagi Klasemen

Bagi AC Milan, ini kemenangan yang sangat penting. Bukan cuma tiga poin di Serie A, tapi juga kemenangan prestis melawan rival abadi. Momentum seperti ini tak ternilai harganya untuk mental tim.

Sementara bagi Inter, ini tamparan. Mereka mungkin dominan dalam statistik, tapi yang tercatat di papan skor adalah kekalahan. Pastinya ini jadi bahan evaluasi panjang untuk Simone Inzaghi dan anak asuhnya. Derby selalu punya ceritanya sendiri, dan malam ini, cerita itu milik Milan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar