Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, akhirnya angkat bicara. Soalnya, belakangan ini ruang kuliah justru ramai dengan berita pelecehan seksual. Padahal, menurutnya, kampus seharusnya jadi tempat yang aman dan memuliakan martabat manusia.
"Bagi kami, satu kasus saja sudah terlalu banyak," tegas Brian saat dihubungi, Minggu (19/4/2026).
"Kampus seharusnya menjadi ruang yang aman, sehat, berintegritas, dan memuliakan martabat manusia."
Memang, dalam sebulan terakhir ini publik dikejutkan oleh setidaknya empat kasus. Dua di antaranya soal grup chat mesum yang melibatkan mahasiswa Fakultas Hukum UI dan juga IPB. Kasusnya viral, memicu banyak pertanyaan.
Belum reda, muncul lagi dua kasus lain yang lebih mengerikan. Ada guru besar Universitas Padjadjaran yang diduga melecehkan mahasiswi asing. Lalu, seorang dosen di Universitas Budi Luhur juga dilaporkan melakukan hal serupa terhadap mahasiswinya sendiri. Sungguh ironis.
Menanggapi hal ini, Brian mengaku sudah mengambil langkah. Kementeriannya telah berkoordinasi langsung dengan para rektor di kampus-kampus terkait. Tekanannya jelas: selesaikan kasus ini dengan cepat dan transparan.
"Kami mendorong agar setiap kampus menangani laporan secara cepat, transparan, objektif," jelasnya.
Tak lupa, dia menekankan soal perlindungan korban. "Serta memastikan perlindungan dan pendampingan bagi korban," tambah Brian.
Nah, soal sanksi, menteri ini bersikap keras. Tidak ada kompromi. "Jika terbukti terjadi pelanggaran, maka harus ada sanksi yang tegas sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya.
"Kami tidak ingin ada toleransi untuk berbagai kasus kekerasan seksual di kampus."
Pernyataan itu sekaligus jadi penegas. Menurut Brian, Kemdiktisaintek bakal terus mengawal prosesnya sampai tuntas. Pengusutan harus adil, transparan, dan tidak boleh berhenti di tengah jalan.
Dia menutup dengan pesan yang dalam. Baginya, misi pendidikan tinggi lebih dari sekadar mencetak orang pintar.
"Kampus harus menjadi tempat yang aman bagi semua. Karena pendidikan tinggi bukan hanya tentang mencetak manusia cerdas, tetapi juga membentuk manusia yang berkarakter, berintegritas, dan menghormati sesama," pungkas Brian.
Artikel Terkait
Timnas U-17 Hadapi Laga Hidup-Mati Lawan Vietnam demi Tiket Semifinal
Kepala DKP DKI Pastikan 7 Ton Ikan Sapu-sapu Dimusnahkan, Tak Ada Penyalahgunaan
Rano Karno: Kemajuan Jakarta Bukan Hanya Soal Infrastruktur, Tapi Kualitas Manusia
Iran Perbarui Data Korban Tewas, 3.400 Orang Gugur dalam Konflik dengan AS dan Israel