BFIN Alokasikan Seluruh Saham Treasuri untuk Program MESOP Karyawan

- Sabtu, 18 April 2026 | 19:40 WIB
BFIN Alokasikan Seluruh Saham Treasuri untuk Program MESOP Karyawan

PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) punya rencana baru terkait sahamnya. Perusahaan berencana mengalokasikan seluruh saham treasuri yang mereka pegang untuk sebuah program khusus bernama Management and Employee Stock Option Plan (MESOP). Saham-saham ini bukan barang baru; mereka berasal dari aksi buyback yang dilakukan perusahaan sebelumnya.

Buyback itu sendiri cukup besar. BFIN membeli kembali sekitar 290 juta saham, atau setara 1,93 persen dari total, dengan nilai fantastis mencapai Rp223,4 miliar. Nah, dari sinilah sumber saham untuk program MESOP itu berasal.

Soal harganya, belum ditetapkan angka pastinya. Menurut keterbukaan informasi yang dirilis Senin lalu, harga pelaksanaan MESOP nanti akan ditentukan oleh dewan komisaris. Namun begitu, ada batas minimalnya: harga tak boleh lebih rendah dari rata-rata harga beli saat buyback, yang berkisar di angka Rp770 per lembar saham.

Rencana ini tentu tidak bisa langsung jalan. BFIN harus mengantongi persetujuan dari para pemegang saham terlebih dahulu. Untuk itulah, perusahaan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 20 Mei 2026 mendatang. Di situlah keputusan akhir akan diambil.

Lalu, apa sebenarnya MESOP ini? Intinya, ini adalah program yang memberi hak kepemilikan saham kepada karyawan, direksi, dan komisaris di BFIN maupun anak perusahaannya tentu saja, bagi yang memenuhi syarat. Yang menarik, saham ini akan diberikan secara cuma-cuma kepada para peserta yang lolos kriteria. Sebuah insentif yang cukup menarik untuk memacu kinerja.

Di sisi lain, ada juga aktivitas jual-beli saham yang menarik perhatian. Komisaris Utama BFIN, Lay Sioe Ho, baru-baru ini melakukan penjualan.

“Dia melepas 20 juta saham pada periode 6 hingga 8 April 2026,” begitu bunyi keterbukaan informasi terpisah.

Transaksi itu dilakukan dengan harga rata-rata Rp673 per saham, sehingga total nilai jualnya menyentuh angka Rp13,5 miliar. Imbasnya, kepemilikan saham langsung Lay Sioe Ho di BFIN pun menyusut, dari semula 2,25 persen menjadi 2,18 persen.

Jadi, sementara perusahaan bersiap membagikan saham ke internal lewat MESOP, salah satu petingginya justru melakukan aksi pelepasan. Dua gerakan yang berbeda, dalam waktu yang berdekatan, membuat dinamika saham BFIN patut untuk diikuti perkembangannya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar