Olahraga tidak hanya bermanfaat untuk menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga diketahui berperan dalam mendukung kesehatan seksual pria. Namun, tidak semua jenis aktivitas fisik memberikan efek yang sama terhadap peningkatan hormon testosteron, demikian diungkapkan oleh Dokter Spesialis Andrologi sekaligus influencer kesehatan, dr. Jefry Tribowo.
Dalam sebuah unggahan video di akun Instagram pribadinya, dr. Jefry menjelaskan bahwa olahraga aerobik seperti lari, berenang, atau senam memang baik untuk kesehatan jantung dan kebugaran secara umum. Meski begitu, jenis olahraga tersebut dinilai belum cukup untuk mengoptimalkan fungsi seksual pria jika dilakukan tanpa latihan kekuatan.
“Sebetulnya olahraga aerobik saja atau yang memacu jantung seperti lari, berenang, atau senam tidak cukup untuk mengoptimalkan fungsi ereksi,” kata dr. Jefry.
Ia menjelaskan bahwa peningkatan hormon testosteron akan lebih optimal apabila olahraga aerobik dikombinasikan dengan latihan kekuatan atau strength training. Bentuk latihan ini bisa dilakukan di pusat kebugaran maupun dengan memanfaatkan berat badan sendiri sebagai beban latihan.
“Boleh kita misalnya menggunakan alat bantu seperti barbell atau latihan di gym, hingga menggunakan tumpuan tubuh kita seperti push-up, sit-up, dan gerakan-gerakan lainnya,” tutur dia.
Menurut dr. Jefry, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa latihan kekuatan memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap peningkatan kadar testosteron dibandingkan olahraga aerobik semata. Oleh karena itu, menggabungkan kedua jenis olahraga tersebut dapat menjadi strategi yang lebih efektif untuk menjaga kesehatan hormonal pria.
“Karena ya, penelitian menunjukkan kalau dibandingkan, ternyata olahraga yang dapat meningkatkan hormon testosteron alias hormon yang berperan untuk fungsi seksual pria ternyata adalah olahraga kekuatan,” ungkap dr. Jefry.
Lebih lanjut, ia menyebut bahwa salah satu tanda meningkatnya kadar testosteron setelah berolahraga adalah munculnya peningkatan gairah seksual pada sebagian pria.
“Bahkan ya, kalau kita sudah rajin olahraga, biasanya setiap habis kita olahraga kekuatan, pria-pria pasti akan merasakan kalau dia merasa (gairah seksualnya) itu semakin meningkat,” pungkas dia.
Meski demikian, peningkatan gairah seksual tidak hanya dipengaruhi oleh olahraga. Faktor lain seperti kualitas tidur, pola makan, tingkat stres, serta kondisi kesehatan secara keseluruhan juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan hormon testosteron dan fungsi seksual pria.
Artikel Terkait
Dua Lipa Resmi Menikah dengan Callum Turner dalam Upacara Sipil Tertutup di London
Ruben Onsu Sindir Adik Sarwendah sebagai Penghasut Konflik Rumah Tangga
Ruben Onsu Buka Suara soal Hak Bertemu Anak yang Tak Berjalan Mulus Usai Cerai dengan Sarwendah
3 Gerakan Peregangan Sederhana Sebelum Bangun Tidur untuk Redakan Badan Pegal