Arab Saudi tengah menjajaki pembentukan koalisi internasional untuk mengamankan jalur pelayaran di Laut Merah dari ancaman kelompok Houthi Yaman. Langkah ini diambil setelah kelompok pemberontak itu mengumumkan blokade maritim terhadap Arab Saudi pada 20 Juli lalu.
Sejumlah sumber menyebutkan bahwa Riyadh telah menjalin komunikasi dengan puluhan negara untuk membahas komposisi koalisi, meskipun belum ada keputusan final. "Komposisi koalisi belum final dan sedang dibahas dengan puluhan negara," kata seorang sumber kepada Reuters.
Ketegangan di Laut Merah meningkat dalam beberapa pekan terakhir, memperburuk prospek ekonomi global yang sudah tertekan akibat penutupan Selat Hormuz. Houthi, yang merupakan sekutu dekat Iran, memberlakukan blokade setelah Teheran menutup Selat Hormuz sebagai balasan atas agresi Amerika Serikat dan Israel.
Houthi menguasai ibu kota Yaman, Sanaa, sejak 2014. Arab Saudi selama ini mendukung pemerintah Yaman yang diakui komunitas internasional dalam melawan kelompok pemberontak tersebut. Pemerintah Yaman menuduh Houthi bekerja di bawah arahan Iran untuk membangun sistem pengenaan biaya bagi kapal-kapal yang melintasi Laut Merah melalui Selat Bab al-Mandeb.
Konflik di dua jalur perairan strategis itu Selat Hormuz dan Laut Merah telah mengguncang pasokan energi global dan mendorong harga minyak lebih tinggi.
Artikel Terkait
Arab Saudi Diam-diam Galang Koalisi Internasional Hadapi Blokade Houthi di Laut Merah
Denda Rp 480 Juta Menanti Biro Travel yang Lalai Laporkan Jemaah Overstay di Arab Saudi
Pangeran Khalid Temui Trump di Gedung Putih Usai Serangan Gabungan ke Irak
Irak Kecam Serangan AS-Arab Saudi, Ambil Langkah Keamanan Baru