IHSG Ditutup Menguat 1,49 Persen ke Level 6.218,86 pada Sesi Pertama Perdagangan

- Selasa, 02 Juni 2026 | 12:40 WIB
IHSG Ditutup Menguat 1,49 Persen ke Level 6.218,86 pada Sesi Pertama Perdagangan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup di zona hijau pada perdagangan sesi pertama, Selasa (2/6/2026) siang, dengan mencatat penguatan signifikan sebesar 91,48 poin atau 1,49 persen ke level 6.218,86. Pergerakan positif ini terjadi di tengah dinamika pasar yang cukup beragam, di mana sebanyak 347 saham berhasil mencatatkan kenaikan, sementara 338 saham lainnya justru mengalami pelemahan, dan 274 saham tercatat stagnan.

Volume transaksi pada sesi ini tercatat mencapai 16,03 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp14,81 triliun, serta frekuensi perdagangan sebanyak 1,53 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar atau market cap pun tercatat senilai Rp10.938 triliun, menunjukkan aktivitas perdagangan yang masih cukup solid.

Mayoritas indeks sektoral bergerak di zona hijau, menopang penguatan IHSG pada sesi ini. Namun, beberapa sektor justru mencatatkan performa negatif. Sektor keuangan melemah 0,29 persen, transportasi turun cukup dalam sebesar 3,01 persen, industri merosot 0,25 persen, dan kesehatan menjadi yang terburuk dengan penurunan 1,98 persen.

Di sisi lain, sejumlah saham mencatatkan kenaikan harga yang cukup tajam dan masuk dalam jajaran top gainers. Saham PT Indo Premier Investment Management Tbk (XIPI) melesat 29,89 persen ke level Rp226, disusul PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) yang naik 26,52 persen ke Rp167, serta PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang menanjak 25 persen ke Rp615.

Sementara itu, beberapa saham justru tertekan dan masuk dalam daftar top losers. PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) melemah 14,81 persen ke Rp1.495, PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) merosot 14,80 persen ke Rp835, dan PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN) turun 14,62 persen ke Rp181.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar