Sebuah unggahan peringatan Hari Lahir Pancasila oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di media sosial justru menuai kritik publik akibat kesalahan visual pada elemen utama negara. Alih-alih menyajikan citra yang sakral dan sesuai aturan, gambar Garuda Pancasila yang dibagikan akun X resmi BRIN pada Senin pagi dinilai tidak memenuhi kaidah desain lambang negara.
Warganet dengan cepat mendeteksi kejanggalan pada unggahan tersebut. Jumlah bulu pada sayap dan ekor Garuda yang menjadi simbol filosofis Pancasila tidak lengkap atau tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kecurigaan pun mengemuka bahwa gambar tersebut merupakan hasil produksi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang tidak melalui proses verifikasi ketat.
Kritik yang mengalir deras di kolom komentar mendorong BRIN untuk segera mengambil sikap. Pada sore harinya, institusi riset nasional itu menyampaikan permintaan maaf secara resmi melalui kanal yang sama. Dalam pernyataannya, BRIN mengakui adanya ketidakcermatan dalam proses desain konten peringatan tersebut.
“BRIN Indonesia menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan dalam tayangan konten peringatan Hari Lahir Pancasila yang telah kami bagikan,” demikian bunyi pengakuan resmi dari pihak BRIN. Pernyataan ini menjadi penutup dari rangkaian insiden yang menyoroti pentingnya ketelitian dalam menyajikan simbol-simbol negara di ruang publik digital.
Artikel Terkait
UIN Sunan Kalijaga Buka Pendaftaran Jalur Mandiri 2026, Tawarkan Empat Jalur Seleksi Inklusif
Ketua DPD Dukung Pemerintah Hitung Ulang Anggaran Makan Bergizi Gratis Demi Efektivitas dan Efisiensi
Kejagung Tetapkan Komisaris Perusahaan Tanpa Bengkel sebagai Tersangka Baru Korupsi Program Makan Bergizi Gratis
Ulama Berbeda Pendapat soal Hukum Gabung Puasa Qada Ramadan dengan Puasa Tasua dan Asyura