PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) akhirnya angkat bicara mengenai wacana konsolidasi yang akan menggabungkan Pelita Air ke dalam Garuda Indonesia Group. Manajemen menyatakan bahwa rencana aksi korporasi ini masih dalam tahap kajian dan pembahasan intensif bersama pemegang saham serta pihak terkait, sesuai dengan kewenangan masing-masing.
Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (31/7/2026), manajemen GIAA menjelaskan bahwa kajian tersebut mencakup arah strategis, bentuk, struktur, tahapan, jangka waktu, serta mekanisme pelaksanaan. Seluruh aspek ini dipertimbangkan untuk memperkuat ekosistem bisnis Garuda Indonesia Group dalam agenda transformasi perseroan.
"Perseroan tetap menjalankan agenda transformasi secara konsisten dan terukur, dengan fokus pada penguatan fundamental bisnis, kesiapan operasional, keberlanjutan usaha, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik. Setiap perkembangan lebih lanjut akan disampaikan sesuai dengan ketentuan keterbukaan informasi yang berlaku," ujar manajemen GIAA.
Manajemen juga menegaskan bahwa penetapan waktu efektif pelaksanaan konsolidasi merupakan bagian dari keseluruhan kajian. Keputusan akan diambil sesuai dengan kewenangan dan mekanisme persetujuan yang berlaku. Dalam proses ini, perseroan berkoordinasi secara intensif dengan pemegang saham dan pemangku kepentingan terkait untuk memastikan setiap langkah dapat mengakselerasi penguatan ekosistem bisnis Garuda Indonesia Group.
"Setiap perkembangan yang memenuhi kriteria sebagai Informasi atau Fakta Material akan disampaikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," tambahnya.
Sebelumnya, Badan Pengelola (BP) BUMN dan Danantara telah mengakselerasi upaya konsolidasi maskapai penerbangan milik negara di bawah naungan Garuda Indonesia. Langkah ini mengintegrasikan Pelita Air ke dalam struktur Garuda Group untuk menciptakan konektivitas udara nasional yang lebih tangguh dan efisien.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menyatakan bahwa integrasi ini menempatkan Pelita Air sebagai bagian tak terpisahkan dari ekosistem Garuda Group. "Danantara dan BP BUMN sedang mendorong konsolidasi besar maskapai BUMN di bawah PT Garuda Indonesia Tbk. Langkah strategis ini melibatkan maskapai Pelita sebagai bagian integral dari grup Garuda untuk membangun kekuatan penerbangan nasional yang solid," katanya dalam keterangan resmi, Sabtu (25/7/2026).
Artikel Terkait
Garuda Buka Suara soal Konsolidasi dengan Pelita Air, Masih Tahap Kajian
Pertamina dan Pelita Air Buka Ruang Pemasaran bagi UMKM di Ketinggian 35.000 Kaki
Danantara Akuisisi Empat BUMN Manajemen Aset, Bersiap Merger Jadi Perusahaan Terbesar
MA Tolak PK Emirsyah Satar, Eks Dirut Garuda Tetap 10 Tahun Penjara