PT MRT Jakarta (Perseroda) tengah menyiapkan pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas, proyek yang akan menjadi tonggak utama pengembangan kawasan berorientasi transit atau transit-oriented development (TOD) di Dukuh Atas. Saat ini, proyek yang digarap bersama Pemprov DKI Jakarta itu sudah memasuki tahap tender kontraktor.
Advisor Program Management Office Division PT MRT Jakarta, Agus Trihan, mengatakan bahwa pembangunan fisik direncanakan mulai November tahun ini dan ditargetkan rampung pada akhir 2028. "Basic design sudah selesai, sekarang lagi tender kontraktor, harapannya kontraktor bisa on board di bulan November, targetnya beres di akhir 2028," ujarnya.
Dalam rancangan yang diterima kumparan, MRT Jakarta membagi area pengembangan kawasan Dukuh Atas menjadi empat kuadran. Pembagian ini muncul karena adanya perpotongan Sungai Ciliwung dan Jalan Jenderal Sudirman. Kuadran 1 akan menjadi koneksi ke Stasiun MRT Dukuh Atas dan Stasiun KA Bandara BNI City. Kuadran 2 terhubung ke Jalan Jenderal Sudirman dan Stasiun LRT Jabodebek Dukuh Atas. Sementara kuadran 3 tersambung dengan Kompleks Kota BNI yang terdiri dari perkantoran dan apartemen. Adapun kuadran 4 akan menjadi koneksi ke stasiun LRT Jakarta di masa mendatang, Halte Transjakarta Galunggung, dan Kompleks Landmark.
Agus menyebut, dengan adanya Pedestrian Deck, waktu berjalan kaki antar kuadran bisa dipangkas 2-5 menit. "Kalau dari titik antar moda ini sebenarnya ada penghematan sekitar 2-3 menit. Tapi yang paling signifikan adalah dari sisi Landmark mau ke Shangrila (di Kompleks Kota BNI). Sekarang ini yang paling kacau karena dia harus dari bawah balik ke atas, ke selatan, dan itu saya ingat bisa menghemat sekitar 4-5 menit," kata Agus saat ditemui di kantor MRT Jakarta, Transport Hub, Kamis (30/7).
Pemecah Keramaian Terowongan Kendal
Sementara itu, TOD Planning Department Head MRT Jakarta, Sagita Devi, menjelaskan bahwa Pedestrian Deck Dukuh Atas diproyeksikan bisa memecah keramaian di Terowongan Kendal yang selama ini menjadi satu-satunya akses ke empat kuadran di Dukuh Atas.
Sagita juga mengatakan bahwa pihaknya masih mengkaji pembuatan ruang khusus drop-off untuk ojek online di titik-titik tertentu di sekitar Pedestrian Deck. "Mungkin ke depan kita juga akan mendorong pemilik lahan sekitar untuk menyediakan kantong-kantong pengendapan ojol di area mereka," tuturnya.
Artikel Terkait
MRT Jakarta Gelontorkan Rp 300 Miliar untuk Jembatan Donat Dukuh Atas
Bank Mandiri Dukung Pembayaran Nirsentuh Global di MRT Jakarta
MRT Jakarta Resmi Terima Pembayaran Kartu Kredit, Pramono: Setara Singapura-Tokyo
Proyek Underpass Bundaran HI Capai 22 Persen, Ditargetkan Rampung 2027