Pranjs Termahal, Yordania Termurah: Kesenjangan Nilai Skuad Peserta Piala Dunia 2026 Capai Rp29 Triliun

- Senin, 01 Juni 2026 | 13:30 WIB
Pranjs Termahal, Yordania Termurah: Kesenjangan Nilai Skuad Peserta Piala Dunia 2026 Capai Rp29 Triliun

Kurang dari dua pekan menjelang kick-off Piala Dunia 2026, persaingan di panggung terbesar sepak bola global tidak hanya akan berlangsung di atas lapangan hijau, tetapi juga tercermin dari jurang nilai pasar skuad yang sangat lebar di antara para peserta. Di satu ujung spektrum, Timnas Prancis hadir sebagai tim termahal dengan total nilai skuad yang fantastis, sementara di ujung lainnya, Yordania datang sebagai peserta termurah yang berpotensi menjadi kuda hitam dan mengacaukan berbagai prediksi.

Turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 ini mempertemukan negara-negara dengan komposisi pemain yang sangat timpang. Ada tim yang dipenuhi pemain bintang dengan harga selangit, namun ada pula tim yang datang dengan nilai pasar yang relatif rendah namun tidak bisa diremehkan.

Berdasarkan data dari lembaga riset pasar pemain, Prancis menduduki peringkat teratas sebagai tim dengan nilai skuad termahal. Pelatih Didier Deschamps membawa 26 pemain terbaiknya, dihuni oleh nama-nama elite Eropa seperti Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, Michael Olise, Rayan Cherki, Jules Kounde, hingga Mike Maignan. Total nilai pasar Les Bleus mencapai 1,48 miliar euro, atau setara dengan sekitar Rp30 triliun.

Angka fantastis tersebut tidak lepas dari keberadaan sejumlah pemain yang sedang berada di puncak performa. Kylian Mbappe masih menjadi aset paling berharga dengan nilai pasar mencapai 200 juta euro, atau sekitar Rp4,14 triliun. Di belakangnya, winger Bayern Munchen, Michael Olise, mengalami lonjakan nilai signifikan hingga 150 juta euro. Sementara itu, bintang Paris Saint-Germain, Ousmane Dembele, melengkapi jajaran pemain termahal dengan estimasi harga 100 juta euro.

Persaingan di papan atas pun berlangsung ketat. Inggris menempati posisi kedua dengan total nilai skuad mencapai 1,31 miliar euro, atau sekitar Rp27 triliun. Tim asuhan Thomas Tuchel dihuni banyak pemain top andalan klub-klub elite, dengan Jude Bellingham menjadi yang termahal di skuad The Three Lions, ditaksir 140 juta euro. Sementara itu, juara Euro 2024, Spanyol, melengkapi tiga besar dengan total nilai pasar sekitar 1,27 miliar euro. Kekuatan La Furia Roja bertumpu pada kombinasi pemain muda dan senior seperti Lamine Yamal, Nico Williams, Rodri, Pedri, hingga Dani Olmo. Yamal, wonderkid Barcelona, menjadi pemain dengan nilai tertinggi di skuad Spanyol, juga ditaksir 200 juta euro.

Di sisi lain, jika Prancis berada di puncak daftar, maka posisi terbawah ditempati oleh Timnas Yordania. Negara asal Timur Tengah ini datang ke Piala Dunia 2026 dengan status sebagai peserta yang memiliki nilai pasar paling rendah. Total nilai skuad Al Nashama hanya mencapai 18,35 juta euro, atau sekitar Rp381 miliar. Jumlah tersebut bahkan masih berada di bawah nilai pasar Timnas Indonesia yang tercatat sekitar 34,95 juta euro.

Meski memiliki nilai pasar paling rendah, Yordania tetap memiliki beberapa pemain yang patut diperhitungkan. Nama paling menonjol adalah Mousa Tamari, winger berusia 28 tahun yang saat ini bermain di kompetisi Prancis bersama Stade Rennais. Nilai pasarnya sekitar 8 juta euro, hampir mencapai setengah dari total nilai skuad Yordania secara keseluruhan. Selain Tamari, ada bek Yazan Al-Arab dengan nilai pasar 1 juta euro, serta Ali Olwan yang ditaksir 800 ribu euro.

Status sebagai debutan dan tim termurah justru bisa menjadi motivasi tambahan bagi Yordania untuk tampil tanpa beban. Sejarah sepak bola berkali-kali membuktikan bahwa nilai pasar tidak selalu menentukan hasil akhir di lapangan. Tim dengan sumber daya terbatas sering kali mampu menciptakan kejutan, dan Yordania sendiri pernah membungkam banyak prediksi ketika berhasil melaju hingga final Piala Asia 2023. Pencapaian tersebut menunjukkan mental bertanding yang kuat meski tanpa pemain bernilai fantastis.

Di Piala Dunia 2026, tantangan berat sudah menanti Yordania. Mereka tergabung di Grup J bersama Argentina, Aljazair, dan Austria. Secara kualitas, grup tersebut jelas tidak mudah, namun pengalaman menunjukkan bahwa tim yang datang tanpa tekanan sering kali mampu menjadi pengganggu bagi para unggulan. Ketika Prancis membawa skuad bernilai Rp30 triliun untuk mengejar gelar juara, Yordania datang dengan mimpi besar dan semangat membuktikan diri. Dan dalam sejarah Piala Dunia, kejutan sering lahir dari tim yang tidak banyak diperhitungkan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar