IHSG Anjlok 11,92% Sepanjang Mei, Saham-Saham Ini Justru Melesat di Tengah Koreksi

- Senin, 01 Juni 2026 | 13:00 WIB
IHSG Anjlok 11,92% Sepanjang Mei, Saham-Saham Ini Justru Melesat di Tengah Koreksi

Derasnya arus keluar dana asing dan tekanan dari rebalancing indeks global membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok signifikan sepanjang Mei 2026. Meskipun pasar melemah, sejumlah saham justru mampu mencatatkan penguatan yang mencolok di tengah koreksi tersebut.

IHSG tercatat merosot 11,92 persen selama sebulan terakhir, menjadikannya kinerja Mei terburuk sejak 2012. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks ditutup di level 6.127,38 pada Jumat, 29 Mei 2026. Pelemahan ini terjadi di tengah derasnya arus keluar dana asing yang mencapai Rp21,09 triliun di pasar reguler sepanjang bulan tersebut.

Tekanan pasar dipicu oleh kombinasi sejumlah sentimen. Rebalancing indeks global MSCI dan FTSE, pelemahan rupiah yang sempat menyentuh Rp17.970 per dolar Amerika Serikat, serta kekhawatiran investor terhadap kondisi fiskal pemerintah dan ketidakpastian geopolitik global menjadi faktor utama yang membebani pergerakan indeks.

Namun, di balik koreksi yang terjadi, beberapa saham berhasil mencatatkan reli signifikan. Mayoritas dari saham-saham tersebut merupakan emiten berkapitalisasi kecil hingga menengah yang secara alami memiliki volatilitas lebih tinggi dibandingkan saham berkapitalisasi besar.

Berdasarkan data perdagangan hingga penutupan Jumat pekan lalu, saham PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) memimpin penguatan dengan kenaikan 39,74 persen dalam sebulan ke level Rp422 per unit. Di posisi berikutnya, PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (GRIA) melonjak 36,63 persen menjadi Rp138 per saham, disusul PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG) yang melambung 36,46 persen ke Rp1.310 per unit. Saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) juga mencatat kenaikan 33,91 persen menjadi Rp308 per unit.

Sementara itu, saham-saham yang relatif lebih dikenal investor turut masuk dalam daftar penguatan tertinggi. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) naik 15,89 persen menjadi Rp1.495 per unit, PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) menguat 15,69 persen ke Rp590 per unit, dan PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) naik 14,07 persen menjadi Rp1.135 per unit.

Dari sektor properti dan kawasan industri, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) menguat 13,87 persen menjadi Rp156 per unit. Sementara PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) naik 12 persen ke level Rp336 per unit.

Di sektor perbankan, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) menjadi salah satu pengecualian di tengah tekanan yang melanda saham-saham bank besar. Saham BRIS menguat 10,61 persen sepanjang Mei dan ditutup di level Rp1.980 per unit. Dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp91 triliun, emiten ini menjadi satu-satunya saham bank berkapitalisasi besar yang masuk dalam daftar penguatan tersebut.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar