Roblox meluncurkan tool berbasis kecerdasan buatan bernama Build yang memungkinkan pengguna membuat game hanya dengan mengetik perintah di perangkat seluler. Cukup dengan menuliskan prompt seperti 'buat game petualangan hutan lebat dengan rintangan alam', AI akan menghasilkan fondasi awal game yang bisa disempurnakan, diuji coba, dan dibagikan ke teman atau dipublikasikan ke platform Roblox.
Fitur ini memanfaatkan model AI open-source dan model eksklusif milik Roblox. Perusahaan menyebut model proprietary mereka dilatih menggunakan kumpulan data 3D dan data gaming dalam skala besar, sehingga mampu menghasilkan objek 3D fungsional bahkan seluruh scene 3D yang siap diintegrasikan ke dalam game yang sedang berjalan.
Build terhubung dengan backend, model, dan riwayat chat yang sama dengan Roblox Studio. Artinya, kreator bisa memulai proyek di Build lalu melanjutkannya dengan fitur Studio yang lebih lengkap di desktop, atau sebaliknya menjalankan agen AI dari Studio dan memantau progresnya lewat perangkat mobile.
Uji Coba di Selandia Baru
Roblox akan melakukan uji coba terbatas untuk fitur Build mulai 28 Juli 2026. Selandia Baru menjadi negara pertama yang bisa menjajal. Perusahaan akan memperluas ketersediaan fitur ini ke lebih banyak wilayah secara bertahap dalam beberapa bulan ke depan seiring proses penyempurnaan.
Dari sisi batasan usia, pengguna yang telah melalui verifikasi usia dan berusia minimal 9 tahun dapat menggunakan Build selama masa uji coba. Game yang dibuat di Build dan lolos verifikasi keamanan baru akan tersedia secara global untuk pengguna terverifikasi usia 16 tahun ke atas. Setiap game yang dibuat di Build tetap melalui proses review ketat sebelum masuk ke katalog Roblox Kids atau Roblox Select.
Selain Build, Roblox juga menyiapkan serangkaian tools AI baru di Build maupun Studio dalam beberapa bulan mendatang, di antaranya:
Playtesting agent untuk mendeteksi bug sebelum game dimainkan pemain sungguhan.
Analytics agent yang memungkinkan kreator bertanya soal performa game dalam bahasa sehari-hari tanpa perlu membuka dashboard data yang rumit.
Experiment agent untuk mengidentifikasi jenis uji coba yang bisa dijalankan guna mendongkrak engagement, retensi, dan monetisasi.