JAKARTA – Program bantuan pangan pemerintah untuk tahun 2026 dipastikan bakal terus berjalan. Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengonfirmasi bahwa Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras tidak akan dihentikan. Optimisme ini muncul salah satunya berkat kondisi stok yang ada di Bulog.
Hingga akhir 2025 nanti, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang Bulog tercatat mencapai 3,248 juta ton. Angka itu dianggap cukup untuk mendukung program intervensi di tahun depan.
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menyampaikan hal ini pada Minggu (11/1/2026).
"Kita harus optimistis tidak ada masalah untuk beras di tahun 2026 ini. Tentu SPHP beras jalan terus. Tahun 2026 kemarin sudah disepakati di dalam rakortas, SPHP 1,5 juta ton. Kemudian sudah disepakati juga bantuan pangan untuk 18,277 juta keluarga selama 4 bulan," ujarnya.
Menurut Ketut, langkah ini sekaligus untuk mengatur keluar-masuknya stok beras. "Ini kan juga untuk pengeluaran stok, sehingga pada saat nanti Bulog mulai menyerap hasil panen raya, keluar-masuk beras dapat dijaga dengan baik. Kebetulan Bapak Kepala Bapanas itu kan sangat optimistis. Jadi kita harus optimistis juga," sambungnya.
Di sisi lain, untuk bantuan yang sedang berjalan sekarang, tenggat waktunya diperpanjang. Bantuan pangan tahap kedua, berupa beras dan minyak goreng, kini bisa disalurkan hingga 31 Januari 2026. Perpanjangan ini bisa dilakukan berkat skema Rekening Penampung Akhir Tahun Anggaran (RPATA) yang sudah dapat lampu hijau dari Kementerian Keuangan.
Artikel Terkait
Wall Street Berakhir Pekan dengan Catatan Hijau, Saham Semikonduktor Jadi Penggerak
IHSG Terganjal di 8.970, Analis Soroti Peluang di Sektor Tambang
Greenland dan Tamagotchi: Ambisi Strategis Trump dan Kebangkitan Mainan Nostalgia
Trump Desak Raksasa Minyak AS Gelontorkan Rp 1.500 Triliun ke Venezuela