Pada sesi pertama Kamis kemarin, saham PT Jantra Grupo Indonesia (KAQI) melesat cukup tajam. Tepatnya, ia ditutup menguat 21,9 persen ke level Rp128 per saham. Pergerakan ini sekaligus menempatkannya dalam jajaran top gainer dan top value harian, dengan nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp179,58 miliar. Cukup panas, bukan?
Nah, sebenarnya apa sih bisnis perusahaan ini? Jantra Grupo bergerak di sektor barang konsumen nonprimer, lebih spesifik lagi di dunia perawatan dan perbaikan kendaraan. Fokus utamanya adalah suku cadang serta aksesori kaki-kaki mobil. Emiten ini tercatat di papan pengembangan BEI.
Menelusuri sejarahnya, cerita KAQI berawal jauh sebelum ia menjadi perusahaan terbuka. Cikal bakalnya dimulai pada tahun 2000 oleh seorang bernama Imam Sujono. Awalnya cuma bengkel AC mobil biasa. Lambat laun, bisnisnya merambah ke power steering, hingga akhirnya fokus menjadi bengkel spesialis kaki-kaki.
Perkembangannya terbilang organik. Di tahun 2010, mereka menambah layanan spooring & balancing dan mulai coba-coba mengembangkan jaringan rental transportasi. Lalu, empat tahun setelahnya, KAQI mengklaim diri sebagai bengkel mobil pertama di Indonesia yang menerapkan sistem reservasi online. Sebuah terobosan yang cukup signifikan kala itu.
Meski bisnisnya sudah berjalan sejak lama, badan hukum PT Jantra Grupo Indonesia baru benar-benar didirikan pada 2017. Kini, jaringan mereka sudah tersebar di sejumlah kota besar di Jawa dan Bali.
Lalu, apa saja sih yang bisa kita dapatkan di bengkel KAQI? Ragam layanannya cukup lengkap untuk urusan kaki-kaki mobil. Mulai dari paket perawatan shock absorber, rack steer, bubut disc brake, hingga spooring & balancing, finish balance, ganti bearing roda, dan kampas rem. Bengkel-bengkelnya beroperasi di Jakarta, Bandung, Surabaya, Denpasar, Semarang, dan beberapa kota lainnya.
Pertanyaan selanjutnya, siapa yang memegang kendali sahamnya?
Berdasarkan data BEI per akhir Januari 2026, pengendali utama saham KAQI adalah PT Tahtra Kertajaya Indonesia. Mereka memegang sekitar 1,62 miliar saham atau setara 78,32 persen.
Sisanya, sekitar 21,68 persen, beredar di tangan publik. Sementara itu, penerima manfaat akhir atau pemilik sejatinya adalah Iman Sujono dan Jantra Al Rasyid.
KAQI sendiri baru melantai di bursa pada tahun 2025. Mereka melakukan penawaran perdana (IPO) dengan melepas 450 juta saham di harga Rp118 per lembar. Dari proses itu, perusahaan berhasil mengumpulkan dana segar sekitar Rp53,10 miliar.
Yang menarik, dalam sebulan terakhir, harga saham KAQI telah naik signifikan sekitar 62 persen. Sebuah kinerja yang patut dicermati di tengah dinamika pasar yang fluktuatif.
Demikianlah sekelumit profil tentang perusahaan di balik kode saham KAQI, dari bengkel kecil hingga menjadi jaringan yang go public.
Artikel Terkait
Pertamina Patra Niaga Resmi Turunkan Harga Avtur 10 Persen per 1 Juni 2026
Sekawan Limo 2 Catat Rekor 212.469 Penonton di Hari Pertama, Tertinggi Sepanjang 2026
Prabowo Tegaskan Pancasila Lahir dari Sejarah dan Perjuangan Bangsa, Bukan Ruang Kosong
Berkshire Hathaway Akuisisi Taylor Morrison Senilai Rp120 Triliun, Jadi Gebrakan Pertama Era Greg Abel