Prabowo Tegaskan Pancasila Lahir dari Sejarah dan Perjuangan Bangsa, Bukan Ruang Kosong

- Senin, 01 Juni 2026 | 13:40 WIB
Prabowo Tegaskan Pancasila Lahir dari Sejarah dan Perjuangan Bangsa, Bukan Ruang Kosong

Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Pancasila tidak lahir dari ruang hampa, melainkan merupakan produk dari perjalanan sejarah, pengalaman, budaya, dan cita-cita bangsa Indonesia. Pernyataan itu disampaikan Kepala Negara saat memberikan amanat dalam peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, pada Senin, 1 Juni 2026.

“81 tahun yang lalu, Bung Karno berdiri di hadapan sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia dan menyampaikan gagasan besar yang kemudian menjadi dasar falsafah Negara Republik Indonesia. Pancasila lahir bukan dari ruang kosong,” ujar Prabowo di hadapan para hadirin.

Menurut Prabowo, dasar negara itu merupakan buah dari pergulatan panjang bangsa. Ia menekankan bahwa Pancasila lahir dari sejarah, pengalaman, hingga cita-cita kolektif masyarakat Indonesia. “Pancasila adalah sebuah konsensus agung, suatu kesepakatan kebangsaan yang memungkinkan bangsa kita yang terdiri atas ribuan pulau, ratusan suku bangsa, ratusan bahasa, dan ratusan budaya yang berbeda-beda untuk hidup sebagai satu bangsa,” kata dia.

Sementara itu, Prabowo menyoroti tema peringatan tahun ini, yakni "Pancasila Sebagai Pemersatu Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia". Ia menilai tema tersebut memiliki relevansi yang kuat di tengah kondisi global yang penuh tantangan. “Karena itulah, tema peringatan tahun ini memiliki makna yang sangat mendalam,” ungkapnya.

Di sisi lain, Presiden juga menyoroti situasi dunia yang saat ini diwarnai berbagai konflik, rivalitas geopolitik, perang dagang, serta ketidakpastian ekonomi. Di tengah kondisi yang serba tidak menentu itu, Prabowo meyakini Indonesia memiliki pijakan yang kokoh melalui nilai-nilai Pancasila. “Di tengah dunia yang semakin terpecah oleh pertikaian, rivalitas geopolitik, perang dagang, dan ketidakpastian ekonomi, Indonesia memiliki pegangan yang kokoh, pegangan itu adalah Pancasila,” jelas dia.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar