Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengonfirmasi kenaikan harga telur dan daging ayam dalam sepekan terakhir. Menurutnya, lonjakan harga dipicu oleh meningkatnya permintaan seiring kembali aktifnya kegiatan sekolah setelah masa libur, serta adanya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi penyerap hasil produksi peternak.
"MBG adalah off taker untuk produksi-produksi pertanian 160 juta petani, peternak, pekebun yang menjadi off taker mereka. MBG adalah off takernya komoditas pertanian," kata Amran di kantornya, Jakarta, Senin (27/7/2026).
Amran menambahkan, Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) telah melaporkan bahwa harga ayam dan telur memang mengalami kenaikan. "Alhamdulillah Pinsar tadi melaporkan bahwasannya harga ayam, harga telur sudah naik," ucapnya.
Untuk menjaga harga tetap menguntungkan peternak, Kementerian Pertanian bersama Badan Gizi Nasional (BGN) telah menyepakati pengawasan agar harga ayam dan telur tidak jatuh di bawah harga pembelian pemerintah (HPP). "Kami juga tadi pagi-pagi bersama Kepala BGN, kita sudah sepakat menjaga harga komoditas pertanian khususnya ayam dengan telur. Jadi nanti dikontrol harganya tidak boleh di bawah HPP," jelas Amran.
Harga pembelian pemerintah yang disepakati sekitar Rp25.000 per kilogram untuk ayam dan Rp26.500 per kilogram untuk telur. Pengawasan akan dilakukan oleh BGN tanpa perlu melibatkan Satgas Pangan.
Ke depan, dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) didorong untuk membeli kebutuhan ayam dan telur langsung dari peternak. "Ini harus SPPG atau dapur-dapurnya itu bila perlu langsung saja ke peternak. Dan itu nanti ditugaskan, dan tidak boleh ada lagi yang main-main. Ini luar biasa, saya berterima kasih kepada Kepala BGN baru, Pak Sudaryono," sebut Amran.
Artikel Terkait
Pemerintah Siapkan Bibit Gratis dan Lahan Olah untuk Pesantren demi Ketahanan Pangan
MUI Dukung Hilirisasi Pertanian Demi Kesejahteraan Petani
Mentan Amran Perintahkan Usut 7 Perusahaan yang Diduga Tak Mau Beli Tebu Petani
Mentan Targetkan Swasembada Gula Putih dalam Dua Tahun