Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyalurkan bantuan pangan berupa beras kepada masyarakat di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (20/8/2026). Penyaluran dilakukan di sela kunjungan kerja ke daerah tersebut, sekaligus meninjau sejumlah program strategis pemerintah di sektor pertanian dan perkebunan.
Di hadapan warga penerima, Amran menegaskan bahwa beras yang dibagikan merupakan bentuk perhatian Presiden Prabowo Subianto dan diberikan secara cuma-cuma. "Ini adalah titipan Pak Presiden Republik Indonesia. Ini gratis," ujarnya.
Bantuan untuk 33,4 Juta Penerima
Program bantuan pangan ini menyasar 33,4 juta penerima di seluruh Indonesia, dan Sulawesi Tengah menjadi salah satu daerah yang merasakan manfaatnya. Amran menjelaskan, bantuan tersebut diharapkan menjaga akses masyarakat terhadap kebutuhan pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
"Bantuan beras untuk 33,4 juta. Ini untuk masyarakat dan merupakan perhatian dari Bapak Presiden," katanya.
Beras dari Petani Dalam Negeri
Mentan memastikan beras yang disalurkan merupakan hasil produksi petani dalam negeri, bukan impor. Menurutnya, kemampuan produksi pangan nasional yang semakin kuat perlu diikuti kebijakan yang membuat manfaatnya langsung dirasakan rakyat.
"Ini beras kita sendiri, bukan beras impor. Jadi kita sudah mampu produksi sendiri. Alhamdulillah Bapak Presiden mengambil keputusan, ini dibagikan untuk 33,4 juta orang secara gratis," jelasnya.
Tinjau Program Perkebunan
Dalam kunjungan yang sama, Amran juga meninjau pengembangan tanaman perkebunan di Sulawesi Tengah. Program ini merupakan bagian dari agenda nasional dengan target mencapai 870.000 hektare di berbagai wilayah Indonesia.
"Ini program Bapak Presiden untuk meningkatkan tanaman perkebunan, targetnya 870.000 hektare, hampir 1 juta hektare di seluruh Indonesia, termasuk di Sulawesi Tengah. Kami ingin melihat progresnya," kata Amran.
Pengembangan kawasan perkebunan diarahkan untuk meningkatkan produksi komoditas strategis sekaligus membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru. Pemerintah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp9,95 triliun untuk mendukung penyediaan bibit berbagai komoditas perkebunan strategis.
Serahkan Bibit dan Tanam Bersama
Amran juga menyerahkan bantuan bibit kepada masyarakat dan melakukan penanaman bersama. Ia menekankan agar bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat nyata, baik dalam meningkatkan produksi maupun pendapatan masyarakat.
Khusus untuk Sulawesi Tengah, Amran meminta pelaksanaan program pengembangan perkebunan terus dikawal. Tanaman yang telah dikembangkan diharapkan tumbuh dengan baik sehingga memberikan hasil dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Peninjauan langsung dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program di lapangan berjalan sesuai target yang ditetapkan pemerintah.
Pengawalan Program Strategis Sektor Pangan
Mentan Amran menegaskan pemerintah akan terus mengawal program strategis Presiden Prabowo di sektor pangan. Pengawalan tersebut mencakup penyaluran bantuan pangan hingga penguatan produksi pertanian melalui dukungan sarana produksi, penyediaan bibit, serta pengembangan kawasan pertanian dan perkebunan.
Melalui berbagai program tersebut, pemerintah menargetkan ketahanan pangan nasional semakin kuat. Di sisi lain, program diharapkan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan petani, termasuk di Sulawesi Tengah.
Artikel Terkait
Menteri Pertanian dan Dirut BULOG Tinjau Penyaluran Bantuan Pangan untuk Korban Gempa Flores
Mentan dan Dirut BULOG Tinjau Penyaluran Bantuan Pangan untuk Korban Gempa Flores
Bapanas Usulkan Anggaran Rp 16 Triliun untuk Program Bantuan Pangan dan Stabilisasi Harga
Polisi Buru Rekan Kerja yang Diduga Bunuh Satu Keluarga di Palu