Polres Metro Jakarta Pusat bersama Kodim 0501 menggagalkan rencana serangan balasan sekelompok pemuda terhadap warga Matraman Dalam, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat malam. Langkah tegas ini diambil setelah bentrokan berdarah yang menewaskan satu orang dan melukai satu lainnya kritis.
Tim gabungan TNI-Polri bersenjata laras panjang melakukan sweeping dan penyisiran hingga dini hari. Mereka menggeledah kelompok pemuda dan menyita berbagai senjata tajam yang diduga akan digunakan untuk aksi pembalasan, termasuk pedang, parang, dan celurit. Situasi sempat memanas saat massa tidak terima senjata mereka disita.
Rencana balasan dipicu oleh tewasnya rekan mereka dalam bentrokan di lahan kosong Jalan Tambak. Untuk mengantisipasi bentrokan susulan, personel Brimob Polda Metro Jaya dan Kodim 0501 disiagakan di sepanjang Jalan Matraman Dalam hingga Jalan Tambak.
Polisi mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi isu liar di media sosial. Mereka memastikan narasi tentang perusakan rumah ibadah dalam bentrokan itu adalah hoaks.
Ketegangan sempat bergeser ke Markas Polsek Metro Menteng. Puluhan orang mendatangi polsek dan menuntut pelaku segera ditangkap. Situasi reda setelah Kapolres Metro Jakarta Pusat menemui perwakilan massa. Polisi telah memeriksa saksi dan menangkap beberapa terduga pelaku bentrokan awal.
Artikel Terkait
Pasca Bentrokan di Matraman, Polisi Tetapkan Tujuh Tersangka
Bentrokan di Menteng, Sekolah Dasar Terapkan Belajar Jarak Jauh
Bentrokan di Menteng Tewaskan Satu Orang, Polisi Amankan Tiga Pelaku
Polisi Kerahkan 200 Personel Jaga Lokasi Bentrokan Maut di Menteng