Ledakan keras yang mengguncang kompleks perikanan di Kabupaten Biak Numfor, Papua, pada Minggu sore, menewaskan lima orang dan menyebabkan tiga lainnya hilang. Peristiwa nahas itu diduga dipicu oleh bom peninggalan Perang Dunia II yang meledak secara tiba-tiba di bawah rumah panggung warga.
Insiden tersebut terjadi di Kompleks Perikanan Jalan Walter Mongonsidi, Kampung Yenures, Distrik Biak Kota, sekitar pukul 14.45 WIT. Guncangan ledakan tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga merusak sejumlah rumah di sekitar lokasi kejadian.
“Diduga bom dari peninggalan Perang Dunia II. Ini masih kita telusuri,” ujar Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, saat dikonfirmasi pada hari yang sama.
Kepanikan sempat melanda warga setempat akibat suara dentuman yang sangat keras. Menurut keterangan saksi di lapangan, ledakan terjadi secara mendadak dan menyedot perhatian banyak orang yang kemudian berusaha memberikan pertolongan kepada para korban.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Cahyo Sukarnito, menjelaskan bahwa berdasarkan informasi awal, pusat ledakan berada di area bawah salah satu rumah panggung di kompleks tersebut. Hingga saat ini, kronologi pasti penemuan bom hingga meledak masih belum dirinci oleh pihak kepolisian.
“Ledakan terjadi secara tiba-tiba dan menimbulkan suara yang sangat keras sehingga mengundang perhatian warga sekitar yang kemudian berupaya memberikan pertolongan kepada para korban,” kata Cahyo.
Dari data yang dihimpun aparat, kelima korban tewas ternyata masih dalam satu ikatan keluarga. Mereka adalah Deflin Raubaba (41), Moris Raubaba (24), Karmila Ayorbaba (25), serta dua anak-anak bernama Israel Raubaba (7) dan Isril Raubaba (5). Sementara itu, tiga korban yang masih dinyatakan hilang adalah Yulianus Raubaba (26) dan Lai Madura (45).
“Infonya demikian (lima korban tewas satu keluarga),” kata Cahyo pada Senin, 1 Juni 2026.
Kelima jenazah sempat dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Biak dan rencananya akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Surido, Distrik Biak Kota. Pihak kepolisian masih terus melakukan pencarian terhadap tiga korban yang belum ditemukan serta mendalami asal-usul benda diduga bom bersejarah tersebut.
Artikel Terkait
Polisi Bongkar Penipuan Wedding Organizer di Jakarta Timur, Pasutri Jadi Tersangka
Kerusuhan Pasca Juara Liga Champions, 890 Orang Ditangkap di Prancis
BULOG Hormati Aspirasi Petani Tebu Blora, Intensifkan Koordinasi Jaga Kelancaran Penyaluran Hasil
Prabowo, Megawati, dan Tokoh Nasional Lainnya Hadiri Pertemuan Sela Peringatan Hari Lahir Pancasila