Balita di Serang Kecanduan Rokok, Orang Tua Minta Bantuan

- Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:55 WIB
Balita di Serang Kecanduan Rokok, Orang Tua Minta Bantuan

Seorang anak berusia tiga tahun di Kasemen, Kota Serang, Banten, diduga mengalami kecanduan rokok. Orang tuanya mengaku sudah kewalahan dan meminta pertolongan untuk pengobatan.

Dalam sebuah video yang beredar, anak tersebut terlihat membawa sebatang rokok yang menyala, lalu mengisap dan mengembuskan asapnya. Di latar belakang, terdengar suara beberapa orang yang justru meminta anak itu terus mengembuskan asap, tanpa melarang.

Kepala Rumah Singgah Fesbuk Banten, Lulu Jamaludin, mengatakan pihaknya dihubungi oleh orang tua anak tersebut. Mereka ingin anaknya kembali sehat, tetapi terkendala biaya.

"Keluarga menghubungi Relawan Fesbuk Banten untuk meminta pendampingan. Orang tua mengaku telah berupaya melarang dan mengawasi anak, namun belum berhasil. Keterbatasan biaya juga membuat keluarga belum dapat mengakses layanan pendampingan psikolog secara mandiri," kata Lulu, Sabtu (18/7/2026).

Menurut Lulu, anak itu sudah kecanduan rokok selama sekitar tiga bulan. Kebiasaan itu bermula saat ia meniru orang-orang di sekitarnya.

"Anak mengambil puntung rokok yang masih menyala, lalu mengisapnya. Seiring waktu, kebiasaan itu dilakukan secara sembunyi-sembunyi ketika menemukan puntung rokok yang masih tersisa," ujar Lulu.

Relawan Fesbuk Banten bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Banten mendatangi rumah anak itu di Kampung Kenari, Kasemen. Petugas telah melakukan asesmen awal.

"Keluarga menjelaskan bahwa berbagai upaya telah dilakukan untuk menghentikan kebiasaan tersebut, mulai dari menegur, melarang, hingga memperketat pengawasan. Namun, pada usia dini anak berada dalam fase meniru perilaku yang dilihat setiap hari, sehingga kebiasaan tersebut masih berulang," ujarnya.

Lulu menyebut pihaknya bersama dinas terkait akan mendampingi anak tersebut agar sembuh dari ketergantungan merokok. "Hasil asesmen ini akan menjadi dasar pendampingan lanjutan dengan mengedepankan kepentingan terbaik bagi tumbuh kembang anak," katanya.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags