Gunung Semeru Erupsi Lagi, Luncurkan Awan Panas Sejauh 3,5 Kilometer

- Sabtu, 18 Juli 2026 | 20:50 WIB
Gunung Semeru Erupsi Lagi, Luncurkan Awan Panas Sejauh 3,5 Kilometer

Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali erupsi dengan melontarkan awan panas guguran (APG) sejauh 3,5 kilometer ke arah tenggara, Sabtu (18/7/2026) pukul 06.21 WIB. Erupsi ini menandakan aktivitas vulkanik gunung berstatus Siaga itu masih tinggi.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Sari, mengatakan erupsi tersebut diikuti awan panas yang meluncur hingga 3.500 meter dari puncak. "Terjadi erupsi yang diikuti oleh kejadian awan panas dengan jarak luncur mencapai 3.500 meter dari puncak ke arah tenggara," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Hingga saat ini, status Gunung Semeru masih berada pada Level III (Siaga). Aktivitas vulkanik tergolong tinggi dengan kejadian awan panas guguran yang berulang. Berdasarkan pengamatan visual dan instrumental pada 1–17 Juli 2026, tercatat dua kali kejadian awan panas ke arah tenggara. Kegempaan didominasi gempa letusan, guguran, hembusan, dan tremor harmonik.

"Gempa-gempa yang terekam mengindikasikan masih adanya suplai magma dari bawah permukaan Gunung Semeru yang disertai pelepasan material ke permukaan melalui letusan dan hembusan," kata Lana.

Dari parameter variasi kecepatan seismik (dv/v), Badan Geologi mencatat nilai yang berfluktuasi di sekitar nol sejak pertengahan Februari 2026. Kondisi ini menunjukkan sistem vulkanik sedang dalam fase relaksasi dan belum mengalami peningkatan tekanan, meski tetap rentan terhadap perubahan aktivitas. Sementara itu, pemantauan deformasi menunjukkan kondisi tubuh gunung relatif stabil, tanpa peningkatan tekanan yang terdeteksi.

Berdasarkan analisis dan evaluasi, Badan Geologi mempertahankan status Siaga. Masyarakat, wisatawan, dan pendaki diimbau tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari Kawah Jonggring Seloko. Selain itu, dilarang memasuki sektor tenggara sejauh 13 kilometer dari puncak, yang berpotensi meluas hingga 17 kilometer mengikuti aliran Besuk Kobokan.

Badan Geologi juga mengingatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan banjir lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk anak-anak sungai yang bermuara ke Besuk Kobokan.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags