Gunung Semeru di Jawa Timur kembali erupsi pada Senin (6/7/2026) pukul 08.13 WIB. Letusan tersebut melontarkan kolom abu vulkanik setinggi 1.000 meter atau satu kilometer dari puncak, dengan arah sebaran ke timur laut dan timur.
Petugas Pos Pengamat Gunung Api, Sigit Rian Alfian, melaporkan kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 134 detik.
Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak. Selain itu, warga diminta menjauhi tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 500 meter karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.
"Karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," ujar Sigit.
Warga juga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap lontaran batu. Sigit meminta masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta anak-anak sungainya.
Artikel Terkait
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Capai 1.400 Meter
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Capai 1,4 Kilometer
ASDP Percepat Transformasi Pelabuhan Ketapang, Siapkan Pengembangan Bertahap hingga 2029
Jalur Pendakian Gunung Semeru Ditutup 7-18 Agustus 2026 untuk Hari Raya Karo