Indonesia hanya mengutus Duta Besar untuk Iran dalam pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Tidak ada pejabat tinggi yang datang khusus dari Jakarta untuk menghadiri prosesi tersebut.
Keputusan ini kontras dengan respons Indonesia saat Paus Fransiskus wafat beberapa waktu lalu. Saat itu, Presiden Prabowo Subianto menunjuk mantan Presiden Joko Widodo untuk memimpin delegasi khusus ke Vatikan. Delegasi tersebut juga mencakup Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai, Wakil Menteri Keuangan Thomas Aquinas Djiwandono, dan Ketua Panitia Penyambutan Paus Fransiskus Ignasius Jonan. Mereka membawa surat pribadi Presiden yang berisi belasungkawa mendalam.
Perbedaan perlakuan ini memicu pertanyaan di publik. Banyak yang menduga Indonesia enggan mengirim pejabat tinggi ke Iran karena khawatir terhadap reaksi Amerika Serikat. Iran merupakan musuh AS, dan sejak konflik AS-Israel melawan Iran, Indonesia dinilai bungkam dan menjaga jarak.
Sebaliknya, negara lain seperti India yang dikenal dekat dengan Israel justru mengirim delegasi ke Teheran. Publik menilai sikap ini menunjukkan politik luar negeri Indonesia yang tidak lagi bebas aktif, melainkan diliputi kekhawatiran berlebihan terhadap tekanan AS.
Artikel Terkait
Lebih dari 10 Juta Orang Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Teheran
Dubes RI di Iran Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei
Delegasi Hizbullah dan Hamas Hadiri Pemakaman Ali Khamenei di Teheran
Iran Gelar Pemakaman Kenegaraan untuk Khamenei, Dihadiri Jutaan Pelayat