Iran menegaskan bahwa Amerika Serikat kini terjebak dalam konflik bersenjata yang mereka mulai sendiri, dan Teheran lah yang akan menentukan kapan perang itu berakhir. Pernyataan itu disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, pada Senin (27/7/2026).
"Kami tidak akan membiarkan Amerika Serikat menentukan waktu perdamaian dan perang," kata Baqaei dalam konferensi pers mingguan, seperti dilansir kantor berita semi-resmi Mehr. Ia menambahkan bahwa Washington "terjebak dalam rawa buatan sendiri setelah lima bulan perang."
Pernyataan itu muncul setelah juru bicara militer Iran, Amir Mohammad Akraminia, pada hari Minggu mengungkapkan bahwa AS telah menghentikan serangannya selama dua malam berturut-turut, dan "operasi balasan" Iran juga ikut berhenti. Menurut laporan Axios pada Sabtu, Presiden AS Donald Trump telah memerintahkan militer AS untuk tidak melancarkan serangan baru terhadap Iran, mengakhiri hampir dua minggu serangan harian. Keputusan itu didasari nasihat para pejabat bahwa persediaan rudal pencegat AS mulai menipis.
Ketegangan antara kedua negara meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Washington melancarkan serangan terhadap Iran, sementara Teheran membalas dengan menargetkan fasilitas dan peralatan militer AS di berbagai negara di kawasan tersebut.
Artikel Terkait
Iran Bantah Terlibat Negosiasi dengan AS Meski Gencatan Senjata Berlaku
Serangan AS ke Iran Kembali Gagal, Trump Akhirnya Hentikan Operasi
IRGC Cegat Enam Kapal di Selat Hormuz, Kapal Tanker Meledak Kena Ranjau
Iran Peringatkan Ukraina, AS, dan Israel: Setiap Serangan Akan Dibalas