Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menutup sementara jalur pendakian Gunung Semeru di Jawa Timur pada 7-18 Agustus 2026. Penutupan ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap perayaan Hari Raya Karo.
"Jalur pendakian di Gunung Semeru ditutup sementara waktu, yakni mulai Jumat (7/8) sampai dengan Selasa (18/8), penutupan dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap pelaksanaan Hari Raya Karo 2026," kata Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahjah Nugraha, Jumat (3/7/2026).
Kebijakan ini tertuang dalam Surat Pengumuman Nomor PG.16/T.8/TU/HMS.01.08/B/07/2026 yang diterbitkan TNBTS pada Rabu (1/7). Surat tersebut menindaklanjuti permohonan dari Pemerintah Desa Ranupani, Kabupaten Lumajang, yang meminta penutupan sementara jalur pendakian demi kelancaran Hari Raya Karo 2026.
Dengan adanya penutupan ini, aktivitas pendakian terakhir dapat dilakukan pada Kamis (6/8). Para pendaki diwajibkan turun dari Semeru paling lambat 7 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB. Jalur pendakian akan kembali dibuka pada Rabu (19/8).
Pendaftaran pendakian Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut itu dapat dilakukan melalui laman bromotenggersemeru.id.
Bagi pendaki yang terdampak erupsi pada 2025 dan telah memilih waktu pendakian yang bertepatan dengan masa penutupan, diberikan kesempatan untuk menjadwalkan ulang ke tanggal lain. Mekanisme penjadwalan ulang akan diinformasikan melalui nomor WhatsApp ketua rombongan yang terdaftar.
"Kepada masyarakat, pengunjung, pelaku jasa wisata, dan pihak-pihak terkait untuk memperhatikan penutupan ini dan melaksanakannya dengan penuh tanggungjawab," tuturnya.
Meski jalur pendakian Semeru ditutup, kegiatan wisata dan berkemah di kawasan Ranu Regulo tetap dibuka selama perayaan Hari Raya Karo berlangsung.
Artikel Terkait
Gunung Semeru Erupsi, Luncurkan Awan Panas Sejauh 4 Kilometer
Embun Upas di Bromo Ancam Tanaman, Bisa Keringkan hingga Mati