Komisi II DPR Akan Safari ke NU, Muhammadiyah, dan Parpol Nonparlemen untuk Serap Aspirasi RUU Pemilu

- Jumat, 03 Juli 2026 | 01:12 WIB
Komisi II DPR Akan Safari ke NU, Muhammadiyah, dan Parpol Nonparlemen untuk Serap Aspirasi RUU Pemilu

Ketua Komisi II DPR Muhammad Rifqinizamy Karsayuda mengungkapkan rencana safari politik ke sejumlah organisasi kemasyarakatan dan partai politik nonparlemen dalam rangka menyerap aspirasi untuk pembahasan Rancangan Undang-Undang Pemilu. Organisasi yang akan dikunjungi antara lain Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Walubi, serta organisasi keagamaan Kristen.

Rifqi mengatakan, langkah ini merupakan arahan dari Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad setelah rapat koordinasi antara Komisi II dan pimpinan DPR. Dalam pertemuan tersebut, disepakati untuk terus mempertajam daftar inventarisasi masalah (DIM) sebagai dasar penyusunan RUU Pemilu.

“Ya, kami kemarin rapat koordinasi dengan pimpinan DPR terkait dengan RUU Pemilu. Kita sepakati untuk terus mempertajam daftar inventarisasi masalah, dan pimpinan DPR dalam hal ini adalah Prof Dasco memberikan dukungan terhadap kegiatan yang selama ini dilakukan oleh Komisi II DPR RI, mengundang sejumlah pakar, ahli, dan stakeholders kepemiluan ke Komisi II,” kata Rifqi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/7).

Menurut politisi Fraksi PDI-P itu, selama ini Komisi II telah melibatkan pakar dan pemangku kepentingan di bidang kepemiluan. Namun, Dasco mengarahkan agar jangkauan penyerapan aspirasi diperluas dengan menemui langsung organisasi masyarakat dan partai politik nonparlemen.

“Dan beliau juga menyampaikan, memberikan arahan untuk kami melakukan silaturahmi kepada partai-partai nonparlemen dan organisasi kemasyarakatan seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, ya, mungkin Walubi, dan seterusnya, termasuk organisasi-organisasi keagamaan Kristen, dan seterusnya,” ujar Rifqi.

“Untuk kita menyerap aspirasi dan bisa melihat bagaimana ekspektasi serta konsep yang diberikan oleh partai-partai nonparlemen dan organisasi-organisasi tersebut terkait dengan blueprint kepemiluan dan demokrasi kita,” sambungnya.

Rifqi menjelaskan, kegiatan ini dilakukan agar pembahasan RUU Pemilu tidak hanya mendengar pandangan dari partai politik di parlemen, tetapi juga memperoleh masukan dari kelompok masyarakat lainnya. Komisi II berharap dapat menghimpun berbagai pandangan mengenai arah pembenahan sistem pemilu dan demokrasi nasional yang nantinya menjadi bahan dalam penyusunan RUU Pemilu.

Rifqi menyebut pihak Komisi II yang akan mendatangi langsung organisasi-organisasi tersebut. “Kami yang datang. Kami yang akan safari,” tutur Rifqi.

“Sekarang kita lagi menunggu jadwal Bang Dasco. Kalau kami dari sisi Komisi II, sebagai prajurit siap,” pungkas dia.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags