Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah hantavirus telah berakhir setelah pasien terakhir dinyatakan negatif dan tidak ditemukan kasus baru. Kontak terakhir dari seseorang yang terpapar virus di kapal pesiar MV Hondius telah menyelesaikan masa karantina, hasil tesnya negatif, dan kembali ke rumah.
“Tidak ada kasus baru yang dilaporkan sejak 25 Mei. Oleh karena itu, kami sangat senang untuk menyampaikan bahwa WHO menganggap wabah hantavirus telah berakhir,” kata Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers, Kamis (2/7).
Wabah ini sempat memicu kekhawatiran internasional setelah kasus pertama muncul di kapal pesiar MV Hondius. Meski kini telah berakhir, para ilmuwan dan ahli masih terus mempelajari virus tersebut.
“Kami juga mengoordinasikan sebuah studi yang melibatkan 21 negara untuk memahami bagaimana penyakit ini berkembang, yang akan mendukung pengembangan diagnostik, terapi, dan vaksin untuk wabah di masa mendatang,” jelas Tedros.
Hantavirus disebarkan oleh hewan pengerat dan dianggap langka. Hingga kini belum ada vaksin atau pengobatan khusus untuk virus ini. Varian Andes yang menyebabkan wabah di MV Hondius adalah satu-satunya jenis hantavirus yang diketahui dapat menular antarmanusia.
Artikel Terkait
Gelombang Panas Ekstrem Landa Eropa, WHO Catat Lebih dari 1.300 Kematian
Gelombang Panas Eropa Tewaskan Lebih dari 1.300 Orang, WHO Imbau Waspada
WHO: Lebih dari 1.300 Kematian Akibat Gelombang Panas Ekstrem di Eropa
Gelombang Panas Landa Eropa, Suhu Tembus 41 Derajat Celsius