Pemkot Jakarta Timur Sidak Rumah Makan yang Diduga Jual Daging Anjing dan Kera

- Jumat, 03 Juli 2026 | 02:15 WIB
Pemkot Jakarta Timur Sidak Rumah Makan yang Diduga Jual Daging Anjing dan Kera

Pemerintah Kota Jakarta Timur mengerahkan sekitar 40 personel gabungan untuk mengawasi peredaran daging hewan penular rabies (HPR) di sejumlah rumah makan khas daerah di Kelapa Dua Wetan, Ciracas, dan Cililitan. Pengawasan menyasar rumah makan yang diduga menjual daging anjing, kera, dan musang.

"Selain melakukan pemeriksaan, petugas juga mengambil sampel makanan olahan untuk diuji di laboratorium," ujar Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Timur, Fauzi, dalam keterangan resmi, Kamis (2/7/2026).

Pengawasan ini merupakan implementasi Peraturan Gubernur Nomor 36 Tahun 2025 tentang Pengawasan terhadap Hewan Penular Rabies. Fauzi menegaskan langkah itu untuk memastikan tidak ada peredaran daging HPR yang dikonsumsi masyarakat sekaligus memastikan rabies sudah tidak ada di Jakarta.

Lokasi pengawasan dipilih karena terdapat sejumlah rumah makan yang diisukan menjual olahan daging HPR. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan, rumah makan yang didatangi hanya menyediakan menu berbahan daging babi, ayam, dan ikan.

"Kami tetap berkomitmen melakukan pengendalian HPR agar dagingnya tidak dikonsumsi masyarakat," kata Fauzi.

Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur, Taufik Yulianto, mengatakan pengawasan melibatkan personel dari Sudin KPKP, Sudin Kesehatan, Satpol PP, kecamatan, kelurahan, serta pengurus RW, Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM).

"Hari ini dilakukan pengawasan terhadap enam rumah makan di masing-masing kelurahan," ucapnya. Jika ditemukan produk olahan berbahan daging HPR, sampel akan diperiksa lebih lanjut di laboratorium Dinas KPKP.

Salah seorang pemilik rumah makan, Ida (42), mengaku tidak pernah menjual daging anjing, kera, maupun musang meski kerap mendapat permintaan dari pelanggan yang meyakini daging tersebut berkhasiat sebagai obat. "Kami tetap konsisten hanya menyajikan menu berbahan daging babi, ayam, dan ikan," katanya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags