Ledakan Bom di Kafe Damaskus Tewaskan 6 Orang, 22 Luka-Luka

- Jumat, 03 Juli 2026 | 03:12 WIB
Ledakan Bom di Kafe Damaskus Tewaskan 6 Orang, 22 Luka-Luka

Ledakan bom mengguncang sebuah kafe di kawasan Damaskus, Suriah, Kamis (2/7) siang. Insiden itu menewaskan enam orang dan melukai 22 lainnya, menurut laporan awal otor setempat.

Peristiwa terjadi di dekat Istana Kehakiman Damaskus, salah satu gedung penting pemerintahan. Ledakan memicu kepanikan di kawasan yang biasanya ramai. Televisi pemerintah Suriah melaporkan bahwa bahan peledak telah dipasang di lokasi sebelum meledak.

Nour Khayyat (40), pemilik toko baterai panel surya di dekat lokasi, mengatakan ledakan terjadi sekitar pukul 15.00 waktu setempat. "Saya mendengar ledakan yang sangat keras dan etalase toko saya bergetar," ujarnya. "Orang-orang langsung berlari ke arah kafe dan memanggil ambulans."

Pemilik toko kacamata di sebelah kafe, Mohammed al-Dahabi, mengaku masih gemetar saat menceritakan kejadian tersebut. "Saya merasakan tekanan yang sangat kuat dan seluruh bangunan berguncang. Saya berlari ke lokasi dan melihat orang-orang tergeletak di lantai dengan genangan darah di mana-mana," katanya. Menurutnya, pemandangan itu mengingatkannya pada rentetan pengeboman yang pernah melanda Damaskus selama hampir 14 tahun perang saudara.

Pelaku Diburu

Gubernur Damaskus Maher Eldibi yang datang ke lokasi mengatakan penyelidikan telah dimulai. "Siapa pun yang bertanggung jawab atas pertumpahan darah ini akan dihukum. Setiap kali negara memasuki periode stabilitas, selalu ada pihak-pihak yang berniat jahat mencoba mengguncang situasi," tegasnya.

Sejak penggulingan Presiden Bashar al-Assad pada Desember 2024, pemerintahan baru Suriah yang dipimpin Presiden Ahmed al-Sharaa berupaya menguasai penuh wilayah, memulihkan keamanan, dan menyatukan kembali negara. Namun, Damaskus masih beberapa kali menjadi lokasi serangan sejak pemerintahan baru berkuasa.

Serangan paling mematikan terjadi pada Juni 2025 ketika bom bunuh diri di sebuah gereja di Damaskus menewaskan 25 orang. Serangan itu diklaim oleh sebuah kelompok Islam Sunni, sementara pemerintah Suriah menyalahkan ISIS. Belakangan, sejumlah insiden keamanan lain juga terjadi, termasuk ledakan bom mobil di Kota Tua Damaskus pada Mei lalu yang menewaskan seorang tentara.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags