Pembalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, akhirnya buka suara terkait kecelakaan hebat yang dialaminya di MotoGP Belanda 2026. Ia mengaku terlalu bernafsu mengejar Marc Marquez hingga kehilangan kendali dan jatuh di kecepatan tinggi.
Insiden itu terjadi pada balapan di Sirkuit TT Assen, Minggu (28/6) malam WIB. Bezzecchi terpental berkali-kali setelah meluncur di gravel, namun beruntung tidak mengalami cedera berarti meski sempat dilarikan ke rumah sakit di Groningen.
Bezzecchi mengakui kecelakaan tersebut merupakan yang terparah sepanjang kariernya. "Saya cukup banyak mengalami kecelakaan hebat tetapi pekan lalu mungkin yang terburuk sepanjang karier saya. Beruntung, tidak ada tulang yang patah tetapi dampaknya cukup keras," ujarnya, dikutip dari Motosan, Jumat (3/7/2026).
Pembalap berusia 27 tahun itu menceritakan kronologi kejadian. Ia sedang mengejar Marquez untuk posisi keempat dan mendorong motor terlalu keras hingga kehilangan kontrol ban depan di kecepatan 200 km/jam. "Dari situ, saya tidak bisa mengontrol laju motor, dan berakhir di tembok," kata Bezzecchi.
Setelah jatuh, Bezzecchi sempat duduk di pinggir lintasan bersama marshal yang membantunya berdiri. Ia kemudian berjalan sendiri ke ambulans. "Di pusat medis, hasil tes awal menunjukkan baik-baik saja. Tetapi, saya mengalami sakit yang teramat sangat di leher dan tim medis tidak ingin mengambil risiko, jadi mereka bawa saya ke rumah sakit di Groningen untuk tes yang lebih menyeluruh," tutupnya.
Artikel Terkait
Bezzecchi Podium Ketiga di Silverstone, Aprilia Sapu Bersih Podium Sprint
Bezzecchi Podium di Silverstone Meski Belum Pulih dari Cedera
Bezzecchi Tercepat di Practice MotoGP Inggris, Kualifikasi dan Sprint Race Menanti
Bezzecchi Kembali Menggeber Motor, Siap Comeback di MotoGP Inggris