Warga Agam Diduga Disekap di Myanmar, Keluarga Diteror Tebusan Rp220 Juta

- Sabtu, 18 Juli 2026 | 01:00 WIB
Warga Agam Diduga Disekap di Myanmar, Keluarga Diteror Tebusan Rp220 Juta

Seorang perempuan asal Kabupaten Agam, Sumatera Barat, diduga menjadi korban penyekapan dan kekerasan di kawasan perbatasan Thailand-Myanmar. Keluarga korban memohon campur tangan pemerintah setelah menerima informasi adanya permintaan tebusan sebesar Rp220 juta.

Perempuan bernama Ayu Elsih (32), warga Garagahan, Kecamatan Lubuk Basung, disebut ditahan di sebuah kamp di kawasan hutan yang dijaga kelompok bersenjata. Informasi dugaan penyekapan mulai beredar pada Selasa (14/7/2026).

Menurut keluarga, Ayu tidak sendirian. Ia disekap bersama rekannya, Susi, asal Batam. Keduanya diduga menjadi korban jaringan perekrutan ilegal dengan modus tawaran pekerjaan di luar negeri.

Adik Ayu, Yuliza, menyampaikan harapannya agar pemerintah segera mengambil langkah penyelamatan. "Kami sangat berharap pemerintah segera membantu menyelamatkan kakak kami sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya, Jumat (17/7/2026).

Keluarga menuturkan, Ayu meninggalkan kampung halaman sekitar setahun lalu. Ia sempat bekerja di Batam bersama Susi, lalu pindah ke Malaysia dan Thailand. Di Thailand, keduanya mendapat tawaran pekerjaan di sebuah restoran. Namun, informasi yang diterima keluarga justru menyebut Ayu dan Susi dibawa menuju Kamboja.

Dalam perjalanan, keduanya sempat melarikan diri dan mendapat perlindungan di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kamboja. Setelah keluar dari KBRI, mereka kembali menerima tawaran pekerjaan di sektor restoran. Keluarga kemudian kehilangan jejak hingga mendapat kabar bahwa keduanya berada di kawasan Mae Sot-Myawaddy, Myanmar.

Pada Rabu (15/7/2026), Ayu disebut menghubungi keluarga dan sejumlah rekannya melalui panggilan video. Dalam komunikasi itu, ia memperlihatkan kondisi tubuh yang diduga mengalami luka akibat kekerasan. Sehari kemudian, pukul 18.27 WIB, Ayu kembali mengirim pesan suara kepada tantenya berisi permintaan pertolongan dan informasi bahwa tempatnya dijaga kelompok bersenjata.

Keluarga juga mengaku mendapat informasi bahwa pihak yang menahan Ayu meminta tebusan Rp220 juta. Jika tidak dipenuhi, korban diancam akan kembali mengalami kekerasan. Namun, informasi mengenai permintaan tebusan, keberadaan kelompok bersenjata, dan kondisi korban belum dapat diverifikasi secara independen.

Melalui unggahan di media sosial, keluarga meminta perhatian Presiden, Gubernur Sumatera Barat, dan masyarakat untuk membantu penyelamatan. Mereka juga mendesak Kementerian Luar Negeri, Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, serta Bareskrim Polri berkoordinasi melalui jalur diplomasi internasional.

Selain evakuasi, aparat diminta menyelidiki pihak yang diduga merekrut korban dan menelusuri rekening yang digunakan untuk meminta tebusan. Ayu diketahui telah yatim piatu. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Kementerian Luar Negeri, BP2MI, maupun Kepolisian terkait keberadaan dan kondisi Ayu.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags