Suasana hangat menyambut kedatangan Presiden Prabowo Subianto di Abu Dhabi, Rabu petang. Sekitar pukul enam sore waktu setempat, pesawatnya mendarat di Bandar Udara Presidential Flight. Yang menunggu di sana, selain protokoler, adalah sekelompok diaspora dan mahasiswa Indonesia yang tak ingin melewatkan momen ini.
Mereka bahkan terus mengikuti hingga lobi hotel tempat Presiden bermalam. Di sanalah kesempatan bertatap muka langsung itu akhirnya datang. Dengan sabar, Presiden menyalami mereka satu per satu, diselingi obrolan singkat yang terasa akrab. Ada juga beberapa kadet Universitas Pertahanan yang tengah menempuh program pertukaran di Rabdan Academy turut hadir, menambah warna pada kerumunan itu.
Nuansa kebangsaan tampak jelas ketika dua anak Indonesia, berpakaian adat tradisional, menyambut Presiden tepat di pintu masuk hotel dengan menyodorkan buket bunga. Momen sederhana itu seolah mengukir kesan tersendiri.
"Kesan mendalam menyambut Pak Prabowo adalah sangat senang sekali dan bahagia. Kebetulan kami bisa menjabat tangan Beliau, dan sangat mengesankan bagi kami, terutama Bapak Presiden Prabowo, Bapak Presiden yang terhebat," ujar Naufal Ahmad Sofyan.
Naufal, yang menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PPI Uni Emirat Arab, menyampaikan harapannya. Ia berharap kunjungan ini bisa semakin mengeratkan hubungan bilateral kedua negara. Baginya, manfaatnya sudah dirasakan langsung, khususnya di bidang pendidikan.
"Semoga dengan kehadiran Bapak Presiden, setiap tahunnya, bahkan bisa mempererat hubungan dengan baik... dan salah satunya kami termasuk menjadi imbas dari hubungan yang baik antara Presiden dengan Uni Emirat Arab," tambah mahasiswa S1 University of Humanities itu.
Perasaan serupa diungkapkan oleh dua kadet Unhan yang hadir. Bagi mereka, ini adalah pengalaman pertama yang sulit dilupakan.
“Ini sebagai pengalaman pertama saya, khususnya untuk bersalaman langsung dengan Bapak Presiden. Tentunya ini menjadi pengalaman tersendiri yang pastinya akan berkesan untuk saya,” kata Alief Syahnur Almaida, kadet yang mengambil jurusan keamanan dalam negeri.
Pendapat senada datang dari Carina Alexandrea Silaban, kadet teknik mesin. Pertemuan singkat itu, meski hanya sebentar, terasa sangat berarti dan meninggalkan kenangan mendalam bagi para pelajar yang jauh dari tanah air tersebut.
Artikel Terkait
Helikopter PK-CFX Hilang Kontak di Sekadau, Delapan Orang dalam Pencarian
detikcom dan BAKTI Komdigi Gelar Apresiasi Konektivitas Digital 2026 untuk Para Penghubung Negeri
Basarnas Kerahkan Tim Gabungan Cari Helikopter Hilang di Sekadau
Wakil Ketua MPR Desak Pengakuan Hak Perempuan Adat untuk Hadapi Krisis Iklim dan Pangan