Jakpro Bagikan 4.500 Paket Sembako Murah untuk Dongkrak Daya Beli di Ramadan

- Kamis, 26 Februari 2026 | 21:30 WIB
Jakpro Bagikan 4.500 Paket Sembako Murah untuk Dongkrak Daya Beli di Ramadan

Di tengah hiruk-pikuk ibadah Ramadan, PT Jakarta Propertindo (Jakpro) punya agenda sosial. Perusahaan BUMD ini menyiapkan 4.500 paket sembako murah untuk dibagikan kepada warga sepanjang bulan suci. Rencananya, distribusi akan dilakukan secara bertahap di sejumlah titik.

Menurut Direktur Utama Jakpro, Iwan Takwin, program ini bukan sekadar bagi-bagi. Ia menyebutnya sebagai bentuk komitmen nyata.

"Ini bagian dari upaya Gubernur DKI untuk menguatkan daya beli masyarakat," ujar Iwan dalam keterangannya, Kamis (26/2/2026).

"Kehadiran Jakpro sebagai BUMD tidak cuma soal membangun infrastruktur. Kami juga harus memastikan manfaat pembangunan itu benar-benar sampai ke warga," sambungnya.

Iwan punya alasan ekonomi yang kuat. Baginya, konsumsi rumah tangga masih jadi penopang utama perekonomian Ibu Kota. Maka, menjaga daya beli masyarakat adalah langkah strategis agar roda ekonomi terus berputar. Program CSR Ramadan ini, katanya, berangkat dari nilai kepedulian dan kebersamaan.

Lalu, bagaimana pembagiannya? Rinciannya begini. Sebanyak 1.500 paket akan disalurkan langsung ke warga yang tinggal di sekitar jalur pembangunan LRT Jakarta Fase 1B. Pembagiannya dijadwalkan di tiga lokasi: 500 paket di Kelurahan Pegangsaan pada Selasa, 3 Maret; 500 paket di Manggarai keesokan harinya; dan 500 paket terakhir di Paseban pada Kamis, 5 Maret.

Sisanya, yakni 3.000 paket, rencananya dibagikan dalam acara Jakarta International Stadium (JIS) Ramadan Festival pada Minggu, 1 Maret. Dengan begitu, jangkauan manfaatnya diharapkan bisa lebih luas.

Warga yang ingin mendapatkan paket ini cukup membayar Rp100.000, diskon dari harga normal Rp150.000. Isinya standar tapi cukup membantu: beras 5 kilogram, sebungkus tepung terigu, minyak goreng satu liter, plus gula pasir.

Namun begitu, program sembako murah bukan satu-satunya. Jakpro juga punya kegiatan lain yang lebih personal, namanya 'Belanja Bareng Yatim dan Dhuafa'. Acara ini digelar di Lotte Grosir Green Pramuka, juga pada Kamis (26/2).

Konsepnya menarik. Seratus anak yatim dan dhuafa dari sekitar proyek LRT Fase 1B Velodrome-Manggarai diajak berbelanja langsung. Mereka didampingi relawan untuk memilih sendiri kebutuhan pokok hingga perlengkapan sekolah. Program belanja mandiri ini, menurut Jakpro, merupakan bagian dari rangkaian Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan perusahaan yang menyasar warga di sekitar area proyeknya.

Semua ini, pada akhirnya, adalah upaya kecil untuk membuat Ramadan terasa lebih ringan bagi sebagian warga. Dan tentu saja, menjaga denyut ekonomi kota tetap berdetak.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar