PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), pengembang kota mandiri BSD City, memasang target ambisius untuk tahun 2026. Mereka mengejar angka prapenjualan hingga Rp10 triliun. Target ini sebenarnya tak jauh berbeda dengan yang ingin dicapai di tahun 2025, menunjukkan strategi yang lebih mengutamakan pertumbuhan bertahap dan berkelanjutan.
Menurut Direktur BSDE Hermawan Wijaya, penetapan target ini dilakukan dengan hati-hati. Mereka mempertimbangkan prospek industri properti tahun depan dan tentu saja, capaian kinerja tahun ini.
Dari angka Rp10 triliun itu, segmen perumahan diproyeksikan menjadi motor utama. Kontribusinya ditaksir mencapai Rp5 triliun, atau setara dengan separuh dari total target. Hermawan menegaskan, segmen residensial ini memang tetap andalan, dengan BSD City sebagai proyek unggulannya.
Di sisi lain, segmen komersial diharapkan menyumbang Rp3,5 triliun (35%), sementara segmen ‘lain-lain’ seperti proyek joint venture ditargetkan Rp1,5 triliun (15%).
Mengulik lebih detail, BSD City sendiri ditargetkan memberikan kontribusi signifikan. Untuk segmen residensial, kota mandiri ini diharapkan memberi prapenjualan Rp1,6 triliun. Proyek lain seperti Nava Park dan Grand Wisata juga diproyeksikan menyumbang masing-masing Rp1 triliun dan Rp700 miliar.
Artikel Terkait
BEI Resmi Delisting Saham Sritex Mulai 2026, Lo Kheng Hong Tercatat Sebagai Pemegang Saham
Analis Proyeksikan Guncangan Pasar Global, Rupiah Tertekan hingga Level 17.000
Harga Emas Antam di Pegadaian Naik Tipis, Dua Produk Lainnya Stabil
Harga Emas Antam Stagnan di Rp 2,86 Juta per Gram