Tagar SjafrieSAfiekalla mendadak ramai diperbincangkan di media sosial X menjelang debat ketiga pemilihan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) periode 2026–2029. Fenomena ini mencerminkan meningkatnya perhatian publik terhadap salah satu kandidat, Afifuddin Suhaeli Kalla, yang akrab disapa Afi Kalla. Ribuan impresi tercatat hingga Senin (1/6) siang, bahkan tagar tersebut sempat masuk dalam jajaran topik tren.
Sejumlah warganet menyoroti rekam jejak Afi Kalla, terutama dalam bidang pengembangan ekonomi dan kedekatannya dengan pelaku usaha di daerah. Penilaian itu dinilai sejalan dengan gagasan yang ia sampaikan pada debat kedua Hipmi yang digelar pada 23 Mei 2026. Tagar tersebut juga dikaitkan dengan dukungan dari Sjafrie Sjamsoeddin terhadap Afi Kalla dalam kontestasi organisasi pengusaha muda tersebut.
"Afi Kalla Makassar dikenal melalui berbagai kontribusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Kehadirannya sebagai figur Sulawesi Selatan diharapkan mampu menghadirkan gagasan dan perubahan yang positif," tulis salah satu akun di X.
Sementara itu, dalam debat kedua yang berlangsung di Bali, Afi menekankan pentingnya kolaborasi antara organisasi pengusaha muda dengan pemerintah. Ia menyebut Hipmi memiliki peran strategis dalam mengawal kebijakan agar berpihak pada pelaku usaha, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta industri kecil menengah (IKM).
"Hipmi adalah mitra strategis pemerintah. Tugas kita adalah mengawal regulasi agar berpihak kepada pengusaha muda serta IKM dan UMKM," ujar Afi dalam kesempatan tersebut.
Di sisi lain, Afi juga mendorong penguatan kapasitas kader melalui ekosistem digital dan penerapan prinsip keberlanjutan. Menurut dia, langkah tersebut mencakup pengembangan konsep lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) serta pembiayaan hijau. Hal ini dinilai perlu agar pengusaha muda mampu naik kelas di tengah tantangan ekonomi global.
Debat ketiga Hipmi dijadwalkan berlangsung pada 3 Juni 2026 dengan diikuti empat kandidat, yakni Reynaldo Bryan, Ade Jona Prasetyo, Afifuddin Suhaeli Kalla, dan Anthony Leong. Kontestasi ini dinilai semakin kompetitif seiring menguatnya dukungan publik, termasuk yang tercermin melalui percakapan di media sosial.
Artikel Terkait
IHSG Anjlok 11,92% Sepanjang Mei, Saham-Saham Ini Justru Melesat di Tengah Koreksi
Pemprov DKI Beri Diskon PBB 7,5 Persen dan Hapus Sanksi Tunggakan, Berlaku Juni 2026
Bursa Asia Menguat, Nikkei dan KOSPI Cetak Rekor Baru Didorong Sektor Teknologi
Pertamina Patra Niaga Resmi Turunkan Harga Avtur 10 Persen di Seluruh Bandara Mulai Hari Ini