Jakarta Inovasi pendidikan dari Indonesia lagi-lagi mencuri perhatian. Kali ini, konsep Taman Numerasi yang dikembangkan di sejumlah sekolah dasar dalam negeri berhasil memikat para ahli dari Jepang. Mereka melihat ada sesuatu yang segar di sini, sebuah pendekatan yang meski berbeda, punya semangat yang sama: membuat belajar matematika jadi menyenangkan bagi anak-anak.
Perhatian itu tak cuma di atas kertas. Buktinya, Profesor Sakai Chihiro dari Universitas Hokkaido rela terbang jauh-jauh untuk melihat langsung. Ia menghabiskan waktu di SDN 04 Meruya Selatan, Jakarta Barat, berinteraksi dengan guru dan murid, menyaksikan bagaimana angka-angka dan rumitnya matematika diubah jadi permainan dan proyek yang mengasyikkan.
Di sekolah itu, ada sebuah ruang belajar terbuka bernama INTAN, singkatan dari Inovasi Taman Numerasi. Tempat ini bukan sekadar halaman biasa. Di sini, konsep matematika disambungkan dengan keseharian lewat media yang konkret. Anak-anak bisa belajar tentang geometri dari bentuk taman, atau memahami pecahan lewat kegiatan memasak sederhana. Intinya, numerasi dihadirkan sebagai sesuatu yang hidup dan relevan.
Menurut Tri Susilawati, Kepala SDN 04 Meruya Selatan, inovasi ini lahir dari satu tekad sederhana.
"Kami ingin mengubah pandangan bahwa numerasi itu menyeramkan. Lewat INTAN, siswa belajar dengan cara yang bermakna dan, yang penting, menyenangkan," ujarnya.
Artikel Terkait
Kemenag Tegaskan Zakat Wajib, Ajak Umat Tingkatkan Kedermawanan Melampaui 2,5%
Korlantas Tinjau Kesiapan Pelabuhan Jelang Operasi Ketupat 2026
Menteri Ekonomi Kreatif Buka Bazar Ramadan 2026 di Lhokseumawe, Dorong Brand Lokal
Anwar Abbas Ungkap Rahasia Sukses Chairul Tanjung: Kerja Hingga Tengah Malam