Studi: Brokoli dan Kubis Turunkan Risiko Kanker Usus Besar

- Kamis, 26 Februari 2026 | 03:40 WIB
Studi: Brokoli dan Kubis Turunkan Risiko Kanker Usus Besar

Brokoli, Kubis, dan Kawan-kawannya: Bukan Cuma Hijau, Tapi Juga Pelindung Usus

Kita semua tahu sayuran hijau itu sehat. Dari kecil sudah didoktrin untuk makan sayur, terutama buat yang lagi diet. Tapi ternyata, nggak semua sayuran hijau itu sama. Ada kelompok khusus yang disebut punya "kelebihan", salah satunya dalam hal mencegah kanker usus besar.

Kanker kolorektal, begitu nama medisnya, memang jadi momok. Jenis kanker ini termasuk yang paling banyak ditemui di seluruh dunia. Nah, di tengah upaya pencegahan, rupanya pola makan memegang peran kunci. Dan di sinilah sayuran cruciferous masuk.

Apa itu cruciferous? Mungkin namanya asing, tapi jenisnya pasti kamu kenal. Brokoli, kembang kol, kubis, kale, sampai pokchoy masuk dalam kelompok ini. Menurut sejumlah penelitian, orang yang rajin menyantap sayuran jenis ini punya risiko lebih rendah kena kanker usus besar. Temuan ini jelas memperkuat anjuran lama: makan sayur itu penting, tapi pilih jenis yang tepat.

Lalu, apa sih rahasia di balik brokoli dan kubis?

Para ilmuwan menyoroti satu senyawa bernama sulforaphane. Zat alami ini disebut-sebut punya kemampuan istimewa melindungi sel dari kerusakan. Ia bekerja mendukung sistem detoks alami tubuh dan konon bisa memperlambat perkembangan sel kanker. Sulforaphane banyak terdapat dalam brokoli dan keluarga cruciferous lainnya.

Editor: Dewi Ramadhani


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar