Suasana hening salat Jumat di sebuah masjid di Homs, Suriah, tiba-tiba berubah jadi mimpi buruk. Ledakan keras mengguncang ruang salat, Jumat (26/12) lalu, dan merenggut nyawa delapan jemaah yang sedang beribadah. Kengerian itu terjadi begitu cepat.
Masjid yang diserang itu terletak di kawasan yang banyak dihuni komunitas Alawi. Belum lama usai ledakan, klaim tanggung jawab sudah muncul. Sebuah kelompok ekstrem bernama Saraya Ansar al-Sunna menyatakan diri sebagai pelaku.
"Pejuang kami meledakkan sejumlah bahan peledak di Masjid Ali bin Abi Talib,"
begitu bunyi pernyataan mereka di saluran Telegram, seperti dilaporkan AFP.
Artikel Terkait
Vinicius dan Camavinga Santai Berbincang Usai Prancis Kalahkan Brasil
Macet Parah Landa Tanjung Bunga Imbas Pensi Smansa 2026 yang Dihadiri Ribuan Penonton
Timnas Indonesia Hancurkan Saint Kitts dan Nevis 4-0, Lolos ke Final FIFA Series 2026
Gubernur Sulsel Bahas Kerja Sama Pendidikan dan Investasi dengan Pejabat AS