Polisi Bekuk Tiga Pelaku Perampokan dan Penyiksaan terhadap Pasangan Lansia di Cileungsi

- Senin, 16 Maret 2026 | 20:50 WIB
Polisi Bekuk Tiga Pelaku Perampokan dan Penyiksaan terhadap Pasangan Lansia di Cileungsi
Perampokan Sadis di Cileungsi

Komplotan Perampok Sadis Cileungsi Dibekuk Polisi

Polisi akhirnya membekuk komplotan perampok yang tega menyiksa pasangan lansia di Cileungsi, Bogor. Dari enam orang yang diduga terlibat, tiga di antaranya sudah berhasil diamankan.

Menurut Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto, kejadian mencekam ini berlangsung di Desa Jatisari. Tepatnya pada 8 September 2025, sekitar pukul satu dini hari. Rumah pasangan Samah (66) dan Hamim (69) itu diserbu.

"Adapun yang menjadi korban ada dua orang suami istri. Yang pertama adalah seorang nenek, seorang ibu, inisial S usia 66 tahun, beserta suaminya inisial H usia 69 tahun," jelas Wikha dalam jumpa pers, Senin (16/3/2026).

Dia menambahkan, pelaku diduga sudah mengintai sejak sehari sebelumnya. Begitu waktunya dirasa tepat, mereka langsung menyergap kedua orang tua itu di kegelapan malam.

"Jadi dari kedua korban ini diambil beberapa barang oleh pelaku, pertama mobil avanza, beserta BPKB, kemudian motor beserta BPKBnya, kemudian ada juga BPKB mobil pikap tetapi mobil tidak dibawa, tidak diambil. Kemudian uang tunai sebesar Rp 54 juta," ujarnya.

Aksi mereka sungguh brutal. Tangan dan kaki korban diikat, matanya dilakban. Bahkan, kepala mereka ditutupi sarung. Kondisi mengenaskan itu baru ditemukan oleh kerabat sekitar pukul dua dini hari hanya selang satu jam setelah kejadian.

"Kedua korban ditemukan oleh saudaranya pada pukul 2 dini hari pada hari yang sama, dengan kondisi mata terikat lakban kemudian juga mukanya ditutup sarung. Kemudian saudaranya pada pagi harinya atas nama A melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cileungsi," kata Wikha.

Yang lebih menyayat hati, nenek Samah mengalami penyiksaan fisik. Karena dianggap melawan, dia dipukuli hingga wajahnya lebam. Telinga dan mulutnya sampai mengeluarkan darah.

"Untuk Ibu S sebagai korban, karena melawan mengalami kekerasan yaitu dipukul hingga dua mata lebam pada saat ditemukan. Kemudian mulut dan telinga mengeluarkan darah, sampai beberapa waktu terakhir ibu S ini mengalami kehilangan pendengaran yang sekarang kondisinya sudah lebih baik," papar Wikha.

Kini, tiga pelaku sudah dalam tahanan. Polisi masih memburu tiga lainnya yang masih buron. Kejadian ini tentu meninggalkan trauma mendalam bagi korban, sekaligus menjadi peringatan keras bagi warga sekitar.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar