Mahasiswa dan Aparat Saling Dorong di Depan DPRD Sultra saat Tolak Kenaikan BBM dan Kritik Program Makan Bergizi Gratis

- Senin, 15 Juni 2026 | 20:30 WIB
Mahasiswa dan Aparat Saling Dorong di Depan DPRD Sultra saat Tolak Kenaikan BBM dan Kritik Program Makan Bergizi Gratis

Bentrokan nyaris terjadi saat mahasiswa dan aparat keamanan saling dorong di depan Gedung DPRD Sulawesi Tenggara, Kota Kendari, pada Senin, 15 Juni 2026. Demonstrasi yang digelar oleh kelompok mahasiswa Cipayung Plus itu berlangsung ricuh ketika peserta aksi berupaya memaksa masuk ke dalam gedung dewan untuk menyampaikan aspirasi mereka.

Ketegangan meningkat di pintu masuk gedung ketika puluhan mahasiswa berhadapan langsung dengan personel Satuan Polisi Pamong Praja yang berjaga. Aksi saling dorong sempat terjadi dan nyaris berujung pada bentrokan fisik, sebelum akhirnya situasi dapat dikendalikan.

Dalam unjuk rasa tersebut, mahasiswa menyuarakan penolakan terhadap kebijakan pemerintah yang menaikkan harga bahan bakar minyak nonsubsidi. Selain itu, mereka mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program Makan Bergizi Gratis yang dinilai belum berjalan efektif dan berpotensi menimbulkan masalah dalam pengelolaan anggaran.

Melalui orasi yang disampaikan secara bergantian, para demonstran menyoroti sejumlah kelemahan dalam implementasi program tersebut. Mereka menilai program MBG memerlukan kajian ulang agar tidak membebani keuangan negara tanpa hasil yang optimal.

Setelah melalui situasi yang memanas, perwakilan mahasiswa akhirnya diterima oleh anggota DPRD Sulawesi Tenggara. Dalam pertemuan itu, para wakil rakyat berjanji akan mengkaji seluruh tuntutan yang disampaikan sebelum meneruskannya kepada DPR RI sebagai bahan pertimbangan.

Aksi unjuk rasa berlangsung di bawah pengamanan aparat dan berakhir setelah dialog antara mahasiswa dan pihak DPRD selesai dilaksanakan. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut, meskipun ketegangan sempat mewarnai jalannya demonstrasi.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar