Kemendikdasmen Revitalisasi 16.167 Sekolah hingga 2025, Tahun Ini Target Rampung Sambut Tahun Ajaran Baru

- Minggu, 14 Juni 2026 | 16:40 WIB
Kemendikdasmen Revitalisasi 16.167 Sekolah hingga 2025, Tahun Ini Target Rampung Sambut Tahun Ajaran Baru

Program revitalisasi satuan pendidikan yang digagas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah mencapai babak baru. Hingga tahun 2025, sebanyak 16.167 lembaga pendidikan berhasil direvitalisasi dengan total anggaran mencapai lebih dari Rp16,9 triliun. Angka ini menandakan realisasi penuh dari target awal yang ditetapkan pemerintah.

Memasuki tahun 2026, proses revitalisasi terus berlanjut. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengungkapkan bahwa pengerjaan fisik untuk tahun ini telah mencapai hampir 70 persen dari alokasi awal. Tepatnya, sebanyak 11.744 satuan pendidikan kini tengah memasuki tahap konstruksi.

"Sebanyak 11.744 satuan pendidikan telah memasuki tahap pengerjaan dan sebagian sekolah tersebut ditargetkan selesai pada Juli hingga Agustus 2026," ujar Mu'ti dalam keterangan resminya, Minggu (14/6/2026).

Dengan jadwal tersebut, pemerintah menargetkan agar bangunan-bangunan baru hasil revitalisasi dapat langsung digunakan oleh para warga sekolah pada momentum awal tahun ajaran baru 2026/2027. Hal ini diharapkan dapat memberikan suasana belajar yang lebih segar dan representatif bagi para siswa dan tenaga pendidik.

Di sisi lain, program ini tidak hanya berfokus pada perbaikan infrastruktur fisik. Mu'ti menjelaskan bahwa penerapan skema swakelola dalam revitalisasi memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat sekitar. Skema ini dipercaya mampu menggerakkan roda perekonomian lokal.

"Skema swakelola diperkirakan mampu menyerap sekitar 1,1 juta tenaga kerja dengan rentang waktu pekerjaan antara tiga hingga delapan bulan," kata dia.

Selain revitalisasi bangunan, Kemendikdasmen juga telah mendistribusikan sebanyak 288.865 unit perangkat Interactive Flat Panel (IFP) ke berbagai satuan pendidikan di seluruh Indonesia sepanjang tahun 2025. Perangkat teknologi ini kini telah diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran sehari-hari.

"Perangkat tersebut kini telah dimanfaatkan dalam proses pembelajaran dan hasil kajian menunjukkan kontribusinya terhadap peningkatan kualitas pembelajaran serta motivasi belajar murid," ucap Mu'ti menambahkan.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar