Enam Jemaah Haji Asal DIY dan Jateng Meninggal di Arab Saudi, Dimakamkan di Tanah Suci

- Senin, 01 Juni 2026 | 23:15 WIB
Enam Jemaah Haji Asal DIY dan Jateng Meninggal di Arab Saudi, Dimakamkan di Tanah Suci

Enam jemaah haji yang tergabung dalam kelompok terbang Embarkasi Yogyakarta International Airport (YIA) dilaporkan meninggal dunia di Arab Saudi selama menjalani rangkaian ibadah. Para jemaah yang wafat tersebut merupakan warga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sebagian lainnya berasal dari Jawa Tengah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) DIY, Silvia Rosetti, mengonfirmasi bahwa seluruh jenazah telah dimakamkan di Tanah Suci. "Jemaah haji yang wafat ini dimakamkan di sana," ujarnya saat dihubungi pada Senin, 1 Juni 2026.

Berdasarkan data yang dihimpun, mayoritas jemaah yang meninggal berasal dari DIY. Rinciannya meliputi Ngadikin Harjowiyojo (57 tahun), warga Kabupaten Kulon Progo dari Kloter 1, yang wafat di Rumah Sakit Al Noor, Mekkah, pada 8 Mei 2026. Kemudian Saenun Effendi Mangundiharjo (84 tahun), warga Kabupaten Sleman dari Kloter 5, meninggal di rumah sakit yang sama pada 17 Mei 2026.

Dua jemaah lainnya wafat pada tanggal yang sama, 26 Mei 2026. Zuchori Maskuri Tomejo (73 tahun), warga Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dari Kloter 17, meninggal di Rumah Sakit Mina Alwadi. Sementara Sukarman Rono Taruno (77 tahun), warga Kabupaten Sleman dari Kloter 2, wafat di Rumah Sakit King Abdul Aziz, Mekkah.

Dua kasus kematian berikutnya terjadi pada akhir Mei. Kemijan Surodikromo (64 tahun), warga Kota Yogyakarta dari Kloter 26, meninggal di Mina Al Jisr Hospital pada 28 Mei 2026. Disusul Sri Suwarni Reso Warsito (67 tahun), warga Kabupaten Bantul dari Kloter 7, yang wafat di Mina Emergency Hospital pada 30 Mei 2026.

Silvia menjelaskan bahwa kematian keenam jemaah tersebut disebabkan oleh berbagai kondisi medis. Berdasarkan hasil diagnosis, penyebab kematian meliputi cardiogenic shock, yaitu kondisi jantung yang tidak mampu memompa darah ke seluruh tubuh, hyperkalemia atau kadar kalium yang terlalu tinggi dalam darah, congestive heart failure atau gagal jantung kongestif, serta septic shock yang diakibatkan infeksi berat.

"Enam jemaah haji yang wafat dimakamkan di pemakaman Saraya, Suhada Al Haram, serta pemakaman Syariah," kata Silvia.

Sementara itu, jemaah haji yang telah menyelesaikan rangkaian ibadah secara bertahap mulai dipulangkan ke Tanah Air, termasuk melalui Debarkasi YIA. Kedatangan rombongan jemaah haji Kloter 1 dijadwalkan pada 2 Juni 2026 pukul 05.35 WIB. Adapun kloter terakhir, yakni Kloter 26 YIA, direncanakan tiba pada 30 Juni 2026 dengan jadwal sementara pukul 10.55 WIB.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar