Seorang tokoh publik melontarkan kritik tajam kepada Kepala Perpustakaan Nasional, menilai bahwa prioritas negara saat ini keliru. Menurutnya, masalah kelaparan jauh lebih mendesak untuk diselesaikan dibandingkan dengan pengadaan buku.
“Tidak ada masalah di negara ini yang lebih penting dari masalah kelaparan!” ujarnya dengan nada tinggi. Ia mempertanyakan urgensi perpustakaan di tengah rakyat yang masih kesulitan memenuhi kebutuhan pangan.
“Untuk apa ada buku banyak tapi manusianya kelaparan? Apa buku bisa dimakan? Apa anak-anak akan kenyang dengan buku?” lanjutnya dalam pernyataan yang penuh emosi.
Ia juga menuding Kepala Perpustakaan Nasional sebagai antek asing yang tidak ingin Indonesia maju. “Dasar antek-antek asing! Tidak ingin melihat Indonesia jadi negara besar dan maju!”
Kritik ini diakhiri dengan seruan agar sang pejabat segera memperbaiki cara pandangnya. “Tolong yang dekat kasih tahu Bapak ini. Beliau harus belajar lagi cara berpikir yang benar. Kalau masih saja mengeluh, pindah saja ke negara lain!”
Artikel Terkait
Banjir Dahsyat China 1931 Tewaskan Hampir Dua Juta Orang