Presiden Prabowo Perintahkan BGN Validasi Data Penerima MBG dalam 30 Hari

- Selasa, 21 Juli 2026 | 14:50 WIB
Presiden Prabowo Perintahkan BGN Validasi Data Penerima MBG dalam 30 Hari

Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi khusus kepada jajaran Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memastikan ketepatan data penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam rapat terbatas pada Rabu (15/7/2026), Prabowo memberikan tenggat waktu 30 hari untuk melakukan validasi ulang data penerima.

Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, mengungkapkan bahwa presiden secara spesifik meminta BGN meneliti kembali data penerima manfaat. Sebelumnya, Kepala BGN Nanik S. Deyang telah melaporkan kepada presiden bahwa pihaknya akan mengutamakan kualitas layanan dibandingkan kuantitas penerima.

"Kemarin kami bertiga dipanggil Presiden dan kami sudah menyampaikan ke beliau, tahun 2026 ini, 'mohon Bapak kami tidak mengejar kuantitas.' Kami akan perbaiki kualitas, sehingga bisa jadi kami tidak akan mengejar ke 82 juta," ujar Nanik dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2026).

Arum menambahkan bahwa BGN tengah menyiapkan strategi untuk memaksimalkan penyaluran MBG, salah satunya validasi data dan jumlah penerima. "Jadi yang pertama kami perbaiki: 63 juta itu beneran nggak sih? Itu pertama. Kalau itu berapa yang bener, lalu berapa yang seharusnya kami berikan? Daerah-daerah mana, anak-anak yang mana, yang memang harus kami dahulukan. Itu yang sekarang menjadi tugas kami," kata Arumsari kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Selain validasi data, BGN juga mengevaluasi skema insentif bagi Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG). Arum menyebut insentif tidak lagi bisa disamaratakan, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing SPPG dalam menjangkau penerima manfaat. "Nah, itu yang kami nanti akan membuat skema insentif yang lebih adil. Misalnya, kan nggak juga dong SPPG yang 200 meter yang cuma melayani 500 orang insentifnya sama dengan yang 300 meter atau 400 meter? Nggak juga dong yang 500 meter lebih bagus kok disamaratakan 6 juta? Kan nggak fair. Nah, skema-skema itu yang akan kami lakukan perbaikan," lanjut Arum.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags