Lonjakan harga saham Adaro Andalan Indonesia (AADI) pada Rabu lalu menarik perhatian. Sahamnya melesat lebih dari 5 persen, dan rupanya ada kabar gembira di baliknya. Perusahaan ini baru saja melepas kepemilikan di tambang Kestrel, dan langkah itu membuka peluang bagi pemegang saham untuk mendapat dividen spesial.
Menurut analis Citi, Ryan Davis, posisi kas AADI terlihat sangat kuat hingga akhir 2025. Kondisi itu menciptakan ruang yang cukup lebar bagi manajemen untuk membagikan keuntungan ekstra. Potensi imbal hasilnya disebut-sebut bisa mencapai 15 persen. Angka yang cukup menggiurkan, bukan?
Di sisi lain, penjualan ini bukan cuma soal uang tunai. Bagi AADI, ini adalah momen untuk kembali fokus. Bisnis inti mereka di batu bara termal akan mendapat perhatian penuh. Sementara eksposur ke batu bara metalurgi dan mineral hilir, nantinya akan lebih banyak ditangani oleh PT Alamtri Minerals Indonesia (ADMR).
Transaksi penjualannya sendiri cukup besar. Yancoal Australia sepakat membeli 80 persen saham tambang Kestrel di Queensland dengan nilai fantastis, hingga USD 2,4 miliar atau sekitar Rp 40,8 triliun. Nilainya bahkan lebih tinggi ketimbang harga beli AADI dan mitranya dulu pada 2018 yang 'hanya' USD 2,25 miliar.
Tambang bawah tanah raksasa di Bowen Basin ini memang aset berkelas. Produksinya kebanyakan dikirim untuk kebutuhan industri baja di Asia. Jadi wajar kalau harganya mahal.
Artikel Terkait
Matahari Patok Dividen Rp250 per Saham, Yield Capai 13%
IHSG Menguat Tipis 0,44% di Tengah Aksi Jual-Beli Aktif
Saham Zatta Jaya Melonjak 19% di Tengah Sorotan Kasus dan Notasi L
IHSG Dibuka Menguat ke 7.750, Didukung Kenaikan Merata Seluruh Sektor