Pendapatan Telkom Naik Tipis di Kuartal I-2026, Laba Bersih Justru Anjlok 21,7% Akibat Beban Melonjak

- Jumat, 29 Mei 2026 | 19:15 WIB
Pendapatan Telkom Naik Tipis di Kuartal I-2026, Laba Bersih Justru Anjlok 21,7% Akibat Beban Melonjak

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mencatatkan pertumbuhan pendapatan pada kuartal pertama tahun 2026, meskipun harus bergulat dengan lonjakan beban usaha yang signifikan. Perusahaan telekomunikasi pelat merah yang berada di bawah naungan Danantara ini mengumumkan kinerja keuangan untuk periode yang berakhir pada 31 Maret 2026, dengan pendapatan usaha mencapai Rp37,19 triliun. Angka tersebut naik tipis 1,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp36,64 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis pada Jumat (29/5/2026), segmen bisnis ke konsumen (B2C) melalui Telkomsel masih menjadi motor utama pendapatan perseroan. Segmen ini menyumbang Rp27,02 triliun, atau setara dengan 72,7 persen dari total pendapatan. Sementara itu, segmen bisnis ke bisnis di bidang teknologi informasi dan komunikasi (B2B ICT) membukukan pendapatan Rp3,09 triliun, disusul segmen internasional Rp2,8 triliun, dan B2B infrastruktur Rp2,35 triliun. Kontribusi dari segmen lain-lain tercatat sebesar Rp1,92 triliun.

Di balik kenaikan pendapatan tersebut, kinerja keuangan Telkom justru tertekan oleh pembengkakan beban. Beban usaha perseroan melonjak 15,5 persen, terutama didorong oleh kenaikan beban operasi dan pemeliharaan yang naik 17,2 persen menjadi Rp6,58 triliun. Lebih lanjut, perseroan juga mencatat lonjakan signifikan pada beban sewa sirkit dan perangkat pelanggan (CPE) yang meningkat 39 persen menjadi Rp1,15 triliun.

Akibatnya, profitabilitas Telkom terkoreksi cukup dalam. Laba usaha turun 12 persen menjadi Rp8,9 triliun, dengan margin laba usaha menyusut dari 28 persen menjadi 24 persen. Pada sisi laba bersih, kontraksi bahkan lebih tajam, yakni mencapai 21,7 persen menjadi Rp4,3 triliun. Margin laba bersih pun ikut terkoreksi dari 15,3 persen menjadi 11,7 persen.

Namun, di tengah tekanan pada laba, arus kas dari aktivitas operasional justru menunjukkan perbaikan. Arus kas operasi Telkom tumbuh 3,06 persen pada kuartal I-2026, dari Rp16,78 triliun menjadi Rp17,29 triliun. Kenaikan ini sejalan dengan meningkatnya penerimaan kas dari pelanggan dan operator lain.

Dari sisi belanja modal, Telkom merealisasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp4,39 triliun sepanjang Januari hingga Maret 2026. Realisasi ini lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp5,10 triliun. Sementara itu, posisi keuangan perseroan tercatat semakin solid. Hingga 31 Maret 2026, kas dan setara kas Telkom mencapai Rp37,55 triliun, naik 9,7 persen dari posisi akhir tahun 2025.

Di sisi lain, total liabilitas berhasil diturunkan 2,2 persen menjadi Rp134,14 triliun, sejalan dengan penurunan utang usaha kepada pihak ketiga dan utang jangka pendek. Ekuitas perseroan tumbuh 2,9 persen menjadi Rp134,49 triliun. Dengan demikian, total aset Telkom naik tipis 0,8 persen menjadi Rp289,9 triliun.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar