Suasana depan Pelabuhan Makassar, Selasa (14/4/2026) lalu, kembali diwarnai aksi yang meresahkan. Di sekitar gerai Alfamart, seorang warga mengaku menjadi korban pemalakan disertai kekerasan. Ia sedang berjalan kaki menuju toko itu.
Menurut pengakuannya, tiba-tiba ia dihampiri seorang oknum. Tanpa basa-basi, orang itu meminta uang sepuluh ribu rupiah. Alasannya, biaya parkir. Padahal, korban datang dengan berjalan kaki dan sama sekali tidak membawa kendaraan.
Korban sudah berusaha menjelaskan. Tapi apa daya, permintaan itu tetap dipaksakan. Merasa terancam, akhirnya ia pun mengeluarkan uang dari sakunya.
Dipalak Sudah, Kekerasan Menyusul
Namun begitu, ceritanya tak berhenti di situ. Setelah uang berpindah tangan, situasi justru berubah makin runyam. Korban mengaku mendapat pukulan, bukan cuma sekali, melainkan dua kali. Hantamannya sampai membuat telepon genggamnya terlepas dan jatuh ke tanah.
Insiden ini tentu meninggalkan bekas. Trauma bagi korbannya, dan kekhawatiran yang merambat di kalangan warga yang sering melintas di sana. Banyak yang bilang, kejadian semacam ini sudah sering terjadi. Modusnya selalu sama: parkir liar di lokasi yang sebenarnya bukan area parkir.
Artikel Terkait
Wali Kota Makassar Sampaikan LKPJ 2025, Ekonomi Tumbuh 5,3 Persen
Mahfud MD Kritik Inflasi Pengamat Pro dan Kontra Pemerintah
Tiga Warga Sipil Ditembak di Sinak, Papua, TNI-PMI Evakuasi Korban
Wakil Bupati Bone Resmikan Studio Podcast dan Luncurkan Buku di SMA Negeri 8