Warga Dipukul dan Dipalak di Depan Pelabuhan Makassar, Padahal Lokasi Dekat Pos Polisi

- Rabu, 15 April 2026 | 14:00 WIB
Warga Dipukul dan Dipalak di Depan Pelabuhan Makassar, Padahal Lokasi Dekat Pos Polisi

Suasana depan Pelabuhan Makassar, Selasa (14/4/2026) lalu, kembali diwarnai aksi yang meresahkan. Di sekitar gerai Alfamart, seorang warga mengaku menjadi korban pemalakan disertai kekerasan. Ia sedang berjalan kaki menuju toko itu.

Menurut pengakuannya, tiba-tiba ia dihampiri seorang oknum. Tanpa basa-basi, orang itu meminta uang sepuluh ribu rupiah. Alasannya, biaya parkir. Padahal, korban datang dengan berjalan kaki dan sama sekali tidak membawa kendaraan.

Korban sudah berusaha menjelaskan. Tapi apa daya, permintaan itu tetap dipaksakan. Merasa terancam, akhirnya ia pun mengeluarkan uang dari sakunya.

Dipalak Sudah, Kekerasan Menyusul

Namun begitu, ceritanya tak berhenti di situ. Setelah uang berpindah tangan, situasi justru berubah makin runyam. Korban mengaku mendapat pukulan, bukan cuma sekali, melainkan dua kali. Hantamannya sampai membuat telepon genggamnya terlepas dan jatuh ke tanah.

Insiden ini tentu meninggalkan bekas. Trauma bagi korbannya, dan kekhawatiran yang merambat di kalangan warga yang sering melintas di sana. Banyak yang bilang, kejadian semacam ini sudah sering terjadi. Modusnya selalu sama: parkir liar di lokasi yang sebenarnya bukan area parkir.

Dekat Pos Polisi, Warga Pertanyakan Pengawasan

Yang bikin geram, lokasi kejadiannya cuma berjarak beberapa langkah dari pos polisi. Iya, benar-benar dekat. Hal ini memunculkan sederet tanya di benak publik. Seberapa efektif pengawasan yang dilakukan? Kenapa aksi premanisme seperti ini masih bisa leluasa terjadi?

Harapan warga jelas: aparat harus segera turun tangan. Langkah tegas dan penertiban terhadap pelaku parkir liar dinilai sangat mendesak. Rasa aman, terutama untuk ibu-ibu atau para lansia, harus segera dipulihkan.

“Kami berharap kejadian seperti ini tidak terus berulang. Jangan sampai masyarakat selalu menjadi korban. Aparat harus segera bertindak,” ujar salah satu warga, suaranya terdengar kesal.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari kepolisian setempat. Sementara menunggu tindakan nyata, masyarakat diimbau untuk tetap waspada. Jika melihat atau mengalami hal serupa, laporkan segera.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar